Tari Ebleg (Tari Ebeg) Kebumen

0 98

Tari Ebleg (Tari Ebeg)

Merupakan tari yang dimainkan dengan menggunakan kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu. Ebeg biasanya diiringi dengan alat musik yang terdiri dari kendang, gamelan pelog, gong, kenong, dan terompet khas kuda lumping.

Ebleg merupakan kesenian tradisional asli Panjer (nama Kabupaten Kebumen masa lampau) itu, sebagai cikal bakal tumbuhnya kesenian kuda lumping (jaran kepang) di berbagai daerah, termasuk Kebumen, bahkan di Negara Suriname.

Adapun kuda lumping merupakan hasil pengembangan dari kesenian ebleg. Jadi, gerakan kesenian kuda lumping tidak harus sesuai dengan pakem.

Instrumen yang wajib ada dan menjadi ciri khas ebleg yakni barongan, sebagai simbol sosok Sultan Agung yang terkenal dengan julukan Singa Jawa (Singa Mataram). Selain itu jaran kepang dengan warna hitam dan putih, sebagai simbol pasukan berkuda Mataram yang gagah berani. Warna putih melambangkan Turangga Seta (kuda putih), sedangkan warna hitam melambangkan Turangga Sembrani (kuda hitam).

Turangga seta juga simbol kekuatan ketuhanan murni (bersifat rohani), sedangkan turangga sembrani simbol kekuatan raga dan alam.

Ciri khas lainnya yakni gending, sebagai simbol dari Kitab Sastra Gendhing karya Sultan Agung. Kitab tersebut berisi ilmu politik atau pemerintahan dan strategi perang. Sekaligus sebagai aturan dan dijadikan pedoman militer seta pemerintahan di masa Sultan Agung.

Gending yang wajib digunakan dalam ebleg yakni Eling – Eling dan Riti – Rito, sebagai simbol nasihat agar generasi penerus selalu mengingat jasa para leluhur pendahulu bangsa serta tidak berfoya – foya. Selain itu ada penthul sebagai simbol penasihat raja yang kedudukannya sekaligus sebagai penasihat perang (adviser militer).

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Tari-Ebleg-Tari-Ebeg/
Comments
Loading...