Tari Degup Yogyakarta

0 114

Tari Degup yang merupakan sebuah tarian yang menceritakan tentang kepercayaan diri dalam sebuah upaya untuk mencintai diri sendiri tanpa syarat sebagai sumber kekuatan diri yang sesungguhnya.

Tarian ini diciptakan oleh Valentina Ambarwati pada tahun 2018. Inspirasi yang muncul melandasi karya ini dari penasaran  dengan “detak jantung” yang kemudian dituangkan dengan mengaplikasikan sebuah pencarian dan pengembangan motif gerak berpaku pada irama detak jantung manusia.

Tarian ini sangat cocok ditampilkan dalam event-event yang berhubungan dengan dunia kedokteran terutama yang mempunyai keterkaitan dengan salah satu organ penting manusia yaitu “ Jatung”. Apalagi didukung oleh elemen-elemen music director dan  lighting yang dapat memperkuat proscenium stage pastinya.

Valentina Ambarwati lahir di Bantul pada tanggal 19 Januari 1996, beberapa karya yang telah dihasilkan diantaranya Kaku (2015), Nadi (2016), Cahaya Naya (2016), Nyampah (2017), Njaran (2017), Beats (2017), Dia (2018) dan Maria (2018).

Tarian ini tampilkan dalam Gelar Karya Tugas Akhir Tari 2019  yang di selenggarakan di  Auditorium Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jalan Parangtritis KM 6,5 Sewon Bantul, tepatnya pada tanggal 11 sampai 12 Januari 2019, mulai pukul 19.30 Wib sampai selesai.

Gelar Karya Tugas Akhir Tari 2019 pada tahun ini mengangkat tema “Harmonisasi Tubuh Dalam Keberagaman Rasa” yang mempunyai makna bahwa dalam mencipta karya seni tari bisa melalui sebuah keberagaman kreatifitas yang dapat meningkatkan kualitas kepekaan seniman, yang kemudian akan mendorong hadirnya suatu karya-karya baru.

Komposisi di dalam Tari Degup menggambarkan tentang tentang makna kinerja organ tubuh manusia yang saling berkaitan yang saling menopang satu dengan lainnya, seperti tubuh dan jantung yang bekerja dan saling menguatkan. Pola lantai yang yang digunakan sangat dinamis dan variatip, mulai dari bentuk melingkar, lurus dan diagonal

Gerakan dalam tarian ini banyak mengambil dari pengembangan saat proses pencarian atau eksplorasi, berupa gerak natural ketika manusia merasakan sakit, senang, percaya diri di saat menari dan mencapai apa yang diinginkan yang digambarkan dengan bentuk detak jantung manusia.

Busana dalam tarian ini menggunakan kostum berbentuk lengan panjang dan celana panjang serba ketat dengan bahan dasar kain yang elastis dengan motif garis warna putih yang di tempelkan di baju dengan letak berbeda. Warna dasar kostum merah dengan motif dari kainnya adalah seperti bercak berbentuk kepalan yang kesemuanya menggambarkan kegiatan aktivitas sehari-hari (casual).

Acesoris di kepala menggunakan penambahan rambut sintesis yang panjangnya di samakan, dengan desain di kucir ke atas dengan penambahan rambut kepang yang di balut dengan tali merah berwarna fosfor melambangkan urat  yang ada pada jantung manusia, dengan rias cantik.

Unsur pendukung lainnya yaitu penambahan setting kain pada layar depan pada saat adegan introduction dan memunculkan layar putih backdrop pada adegan ending, hal ini dilakukan untuk memunculkan visual art yang di tembakkan dari proyektor.Irama musik yag mengiringi Tari Degup menggunakan jenis musik audio playback atau music director dimana didalamnya memunculkan efek-efek eksperimen suara, seperti suara heartret, beats, electric guitar , drum machine, synthesizer, arpeggiator dan piano.

Sebuah perjuangan dimana kepercayaan diri adalah sebuah kekuatan yang sesungguhnya. Walaupun ada bagian tubuh manusia yang lemah (jantung), tapi hal tersebut bukan merupakan halangan untuk memperjuangkan sebuah cita-cita di dalam kehidupan ini, ujar Valentina Ambarwati.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-degup/
Comments
Loading...