Tari Candika Ayu, International Mask Festival 2018

0 134

Salah satu ekspresi topeng diterjemahkan dalam sebuah Tari Candika Ayu yang merupakan tari kreasi baru yang didalamnya menceritakan tentang sebuah kecantikan wanita dewasa, melalui gerak tari yang lembut dan mengalir dengan pelan seperti air sungai yang mengalir tenang dengan vokal-vokal mantram tubuh yang dibuat meditatif.

Tarian ini merupakan ciptaan Bambang Besur Suryono yang diciptakan tahun 2018, yang kali ini diciptakan khusus untuk dipentaskan di International Maks Festival 2018 pada hari pertama sebagai penampil kedua yang  bekerjasama dengan penari-penari dari Sanggar Semarak Chandra Kirana. Semarak Candrakirana Surakarta merupakan sanggar tari yang didirikan oleh Dra. R.Ay Irawati Kusumorasri, M.Sn pada tahun 1998.

Sanggar ini mengajarkan berbagai tarian mulai dari tari klasik, tradisional sampai kontemporer. Sampai sekarang sanggar ini menjadi salah satu sanggar tari yang syarat akan prestasi dan bahkan beberapa kali mengirim duta tari ke manca negara untuk mengikuti ajang seni budaya yang diadakan oleh Indonesia di luar negeri.

Bambang Besur Suryono lahir di Surakarta pada tanggal 25 Oktober 1960, merupakan seniman Surakarta yang sudah banyak menghasilkan karya-karya tari. Karya tarinya cendrung lebih spesifik yang selalu berhubungan dengan mantram, seperti mantram topeng, air, udara, api dan tanah.

International Mask Festival (IMF) 2018 di adakan pada tanggal 26-27 Oktober 2018 dengan mengusung tema ‘’Wonderful Mask Indonesia’’ yang digelar di Pendapa Prangwedanan Istana Mangkunegaran Surakarta dari pukul 19.00 wib sampai selesai.

Inspirasi tarian ini didapatkan dari ketika beliau melihat esensi tari Bedhaya yang merupakan tarian dari dalam Kraton yang ditampilkan pada saat-saat tertentu saja, dimana disini dilihat tari Bedhaya penuh dengan kelembutan, mengalir (banyu mili) serta pelan.

Tarian ini merupakan tarian kelompok yang lebih menekankan pada mantram tubuh dimana didalamnya mengandung makna filosofi tentang keindahan Candika Ayu yang merupakan manifestasi dari Dewi Uma, yang dalam tokoh wayang menjadi permaisuri dari Bathara Guru yang terkenal dengan kesaktian dan  kecantikannya.

Gerak Tari Candika Ayu dapat dikategorikan sebagai gerak meditative yang merupakan penggambaran suasana meditasi yang penuh keheningan, sunyi serta khidmat seperti kita sedang berdoa menghadap Yang Maha Kuasa, yang ditarikan dengan gerak yang lembut yang semuanya ini menuju pada kekhusukan pencapaiannya.

Pola lantainya yang digunakan karena ini merupakan tari kreasi maka tidak ada pakemnya, sehingga cenderung lebih dinamis dan variatif. Bentuk linier dan melingkar yang melambangkan keutuhan hati dalam menghadap kepada Yang Kuasa, serta mengedepankan penguasaan panggung agar lebih enak untuk dilihat oleh para penontonnya.

Busana yang dikenakan terinspirasi dari kain yang dipakai oleh Suku Sasak Lombok, dimana busananya menggunakan kain-kain tenun dengan motip-motip bunga, yang cara pemakainnya hanya dengan lilitan dan ikatan saja tanpa adanya potongan kain dan jahitan. Utuh, sehingga menimbulkan kesan etnik atau tradisional sekali.

Sedangkan properti yang digunakan dalam Tari Candika Ayu, menggunakan topeng dan serabut kelapa yang dibuat sedemikian rupa sebagai bagian dari asesorisnya, disamping kalung dan gelang. Irama yang mengiringi tarian ini sangat simple dan minimalis sekali, hanya menggunakan alat yang digunakan para bhiksu Tibet berupa singing ball, bell dengan tambahan vocal-vokal etnik/primitip seperti suara animalistic, angin dan mantram-mantram.

International Mask Festival 2018 merupakan bagian dari pelestarian dan pengembangan seni budaya topeng secara nyata dan sesungguhnya. Acara ini dapat dijadikan sebagai bagian dari pariwisata yang dapat menarik wisatawan asing maupun lokal untuk datang ke Indonesia, khususnya kota Solo, dan diharapkan generasi muda ikut bagian dari pagelaran ini, dari merekalah seni budaya ini akan mereka teruskan nantinya, ujar Bambang Besur Suryono.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-candika-ayu/
Comments
Loading...