Tari Blenggo, Kesenian yang Pernah Populer di Batavia

0 96

Salah satu jenis musik dan tari dari Betawi. Kata belenggo mungkin sama artinya dengan “tari”. Kemungkinan ucapan belenggo merupakan perkembangan dari kata “lenggo”, namun bisa pula kata “lenggo” itu diambil dari bahasa Jawa, yang artinya “duduk”. Dalam kenyataan, pemain musik memang duduk di tikar dan penari-penari pun hampir tidak sepenuhnya berdiri, kecuali hampir berjongkok sambil menggerak-gerakkan tangannya sebagaimana lazimnya tarian padang pasir.

Sejarah Tari Belenggo

Belenggo sebagai suatu pementasan musik dan tari telah dikenal di Batavia sejak zaman penjajahan Belanda. Merupakan suatu pementasan khas Betawi dengan pengaruh Cina, mirip tari Ronggeng. Diiringi dengan tiga rebana yang berbeda ukurannya, satu atau dua rebab yang lazim digunakan dalam gamelan Sunda, yang kadang-kadang diganti dengan biola dan alat musik menyerupai kecapi yang disebut sampan cina. Gerak tarian sangat terbatas dan semua pemainnya lelaki.

Gerak tarian mempunyai banyak persamaan dengan tarian Melayu dan Gambus Zapin, musik dan tari yang dikenal di Batavia pada masa penjajahan Belanda. Tariannya tidak memiliki pola yang tetap. Pada umumnya gerak tarinya diambil dari gerak-gerak pencak silat dan tergantung dari perbendaharaan gerak pencak silat yang dimiliki penari yang bersangkutan. Lagu pengiringnya berupa lagu-lagu Melayu. Pakaian penari seragam hitam (seperti yang biasa dipakai pemain pencak silat).

Seiring dengan berjalannya waktu, peran sakral dari tari tradisional semacam itu telah bergeser, walaupun kaitannya dengan masa lalu masih dijaga oleh beberapa kelompok etnik tertentu. Dewasa ini, gerakan tari tradisional yang eksotis, dinamis, dan indah lebih digemari masyarakat sebagai suatu hiburan visual sehingga tari tradisional lebih banyak muncul dalam perhelatan masyarakat, seperti pesta pernikahan, acara peresmian, atau festival kebudayaan. Dengan meningkatnya nilai estetis dan hiburan dari suatu tari tradisional, saat ini elemen spiritual dan makna simbolik dari kesenian tersebut pun berkurang. Dengan kata lain, warisan seremonial dan pemujaan spiritual yang muncul dalam tari tradisional telah bertransformasi dan dimodifikasi menjadi hiburan semata tanpa mempertimbangkan aspek komunikatif dan keaslian dari gerakan-gerakan tari tersebut. Dengan demikian, tidak mengherankan jika tarian yang lebih berkembang pada era kontemporer ini adalah tari kreasi baru yang bebas dari nilai dan unsur-unsur tradisional.

Source Tari Blenggo, Kesenian yang Pernah Populer di Batavia Tari Blenggo, Kesenian yang Pernah Populer di Batavia Tari Blenggo, Kesenian yang Pernah Populer di Batavia

Leave A Reply

Your email address will not be published.