Tari Bedhaya Sumreg Tarian Pusaka Keraton

0 196

Bedhaya Sumreg atau Sumbreg merupakan salah satu “bedhaya pusaka” milik Kraton Yogyakarta. Bedhaya Sumreg ini memiliki arti sebagai bidadari yang menari dengan iringan gending ageng Ladrang dan Ketawang. Bedhaya Sumreg pertama kali muncul pada masa Sri Susushunan Paku Buwono I (Geger Spei).

Setelah Mataram pecah menjadi Kasuhunan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono I menyusun lagi Bedhaya Sumreg seiring dengan pendirian Kasultanan Yogyakarta. Dikisahkan pula saat Sri Sultan Hamengkubuwana I melabuh di Pantai Parangkusuma, beliau disambut dengan Bedhaya Sumreg yang ditarikan oleh para penari dari Pantai Selatan.

Bedhaya Sumreg ini mengkisahkan tentang sikap dan cara yang ditempuh oleh para pemimipin dalam mengatasi berbagi persoalan di jamannya. Pesan yang disampaikan oleh Bedhaya ini adalah agar kehidupan manusia di bumi kembali saling menghargai dan menghormati segala bentuk perbedaan dengan berlandaskan hubungan kekeluargaan, berbudaya, dan beragama.

GBPH H. Yudaningrat, MM- Putra Raja Sri Sultan HB IX mengatakan alasan dipilihnya Bedhaya Sumreg sebagai pentas tari perayaan 250 tahun kota Yogya karena sesuai dengan zamannya. Saat ini zaman dalam keadaan sumreg,kacau, banyak bebendu ( halangan ) dan segala macam bencana, perang dan konflik yang terjadi di bumi ini. Tari Bedhaya ini sekaligus sebagai perayaan 251 tahun Kraton Yogyakarta. Tarian ini menjadi persembahan paling agung karena HB X berkenan mereaktualisasikan nya dalam durasi singkat dan padat sesuai zamannya.

Source Bedhaya Sumreg Bedhaya Sumreg
Comments
Loading...