Tari Bangilun, Tarian Tradisional Religius Islami Khas Temanggung

0 229

Bangilun merupakan seni tari tradisional yang berasal dari Kabupaten Temanggung. Kata Bangilun merupakan akronim dari: B : budaya, A : aliran, N : nenek moyang, G : gerak, I : Indah, L : lestari, U : Untuk, dan N : nasional.

Bangilun merupakan seni tradisional religius Islami yang berfungsi untuk syiar agama lewat budaya. Bentuk tari Bangilun menyerupai tari Dolalak Purworejo maupun Angguk dari Kulon Progo.

Bangilun terbentuk kira-kira tahun 1900 pada waktu Indonesia masih dijajah Belanda. Penari Bangilun terdiri dari Laki-laki dan perempuan. Kostum yang dipakai dalam pertunjukan Bangilun seperti Celana panji, baju rompi, topi pet, sabuk yang digunakan sebagai properti juga untuk pengaman, sampur dan slempang. Namun juga terdapat kelompok yang sudah modern kostumnya ditambah kain warna-warni juga kaos kaki. Celana panji dan rompi yang digunakan berbahan dasar Bludru.

Alat musik yang digunakan dalam pertunjukan bangilun yaitu bedug (jidor), terbang, saron, gong dan yang sudah profesional ditambah musik keyboard. Bangilun biasanya dipentaskan sebagai pertunjukan juga hiburan namun pada jaman dahulu digunakan dalam upacara adat saat panen padi.

Comments
Loading...