Tari Aji Kembang Jaran Buto, dari Banyuwangi

0 40

Tari Aji Kembang Jaran Buto (Jaran Goyang) merupakan tari tradisional kerakyatan yang termasuk tari hiburan yang ceritanya berasal dari fenomena nyata yang terjadi pada kehidupan masyarakat Banyuwangi. Tari Aji Kembang Jaran Buto (Jaran Goyang) merupakan aktualisasi masyarakat setempat tentang ajian jaran goyang yang merupakan mantra pemikat lawan jenis dan jaran buto sebagai perantara sajian tersebut. Dalam tarian ini bercerita tentang goyahnya hubungan antara suami istri karena pihak ketiga.

Datangnya seseorang laki-laki yang menginginkan istri orang lain dengan menggunakan ajian pemikat demi mendapatkannya. Awalnya, sang wanita menolak mentah-mentah sampai meludahi sang pria. Tetapi karena kehebatan ajian pemikat tersebut sang wanita menjadi “kenthelan” (mengejar-ngejar sang pria). Sang pria sebenarnya masih cinta, namun dia jual mahal hingga sang wanita menangis menanti cintanya diterima.

Lalu sang suami wanita datang. Mengetahui istrinya hendak direbut, si pria dan sang suami bertengkar untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan sang wanita. Singkat cerita, si pria penggoda kalah dan meninggalkan wanita tersebut. Sang wanita hendak mengejar pria tersebut, tetapi dihalangi oleh suaminya dan akhirnya sang wanita rujuk lagi dengan suaminya.

Salah satu tarian yang dipersembahkan oleh para Mahasiswa Banyuwangi, yang dalam pertunjukan kali ini format durasi waktunya sudah dimodifikasi hanya 10 menit. Tarian ini diciptakan oleh grup LKN Pandan pada tahun 1966. Tarian ini banyak mengalami perubahan dimana gerak dasarnya mengambil dari tari Gandrung.

Gerakan pada penari perempuannya didasarkan pada gerak ngrayung dan ngeber yang dilakukan secara berulang-ulang. Geraknya sangat sederhana, yang menggunakan gerakan tangan dan kaki yang selalu berubah-ubah. Sedangkan untuk penari laki-lakinya didasarkan pada gerakan bapang yang dilakukan berulang-ulang juga. Tarian ini sebenarnya mengandalkan ekspresi gerak dari penarinya, sehingga dapat dikatakan gerak tariannya merupakan bagian dari acting penarinya.

Iringan musik pada Tari Aji Kembang Jaran Buto (Jaran Goyang) ini sangat sederhana juga, dimana alat pengirinya menggunakan saron, kendang, kluncing, kenong dan biola. Ini merupakan alat musik gamelan klasik khas Banyuwangi dengan nada Slendro.

Untuk tata rias dan busananya yang digunakan tidak terlalu mencolok. Riasan yang digunakan untuk penari wanitanya menggunakan riasan cantik. Busana yang digunakan adalah model kutubaru dengan menggunakan jarik dengan motif gajah oling atau kain polos serta sampur. Pada bagian kepala menggunakan sanggul Bali, sedangkan pada penari prianya menggunakan udeng, baju lengan panjang, celana dengan panjang selutut, sampur serta jarik motif gajah oling.

Tarian ini merupakan bagian dari tari kerakyatan Banyuwangi yang dalam perkembangan jamannya banyak mengalami perubahan dari gerak, iringan lagu, riasan dan busananya. Salah satu kearifan budaya lokal yang layak untuk dijaga dan dilestarikan agar selalu hidup dimasyarakat yang dapat digunakan sebagai salah satu daya tarik di sektor pariwisata.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-aji-kembang-jaran-buto-jaran-goyang/

Leave A Reply

Your email address will not be published.