Tanjidor, Kesenian Betawi Yang Mulai Langka

0 108

Tanjidor (kadang hanya disebut tanji) adalah sebuah kesenian Betawi yang berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak abad ke-19 atas rintisan Augustijn Michiels atau lebih dikenal dengan nama Mayor Jantje di daerah Citrap atau Citeureup. Alat-alat musik yang digunakan biasanya sama seperti drumben. Kesenian Tanjidor juga terdapat di Kalimantan Barat, sementara di Kalimantan Selatan sudah punah. Kata Tanjidor berasal dari nama kelompok sisa-sisa musik Tangsi (asrama militer Jepang) yang dimainkan masyarakat Betawi yang bekerja bukan sebagai pemain musik, melainkan bermain musik untuk kepuasan batin dan kesenangan saja serta kegemaran masyarakat.

Jika ditelusuri sejarahnya, diperkirakan tanjidor berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Nusantara pada abad ke-14 hingga ke-16. Musik ini dimainkan secara berkelompok, kira-kira enam hingga sepuluh orang, dan kental dengan pengaruh Eropa. Ensambel Tanjidor terdiri dari beragam alat musik, yakni klarinet (tiup), piston (tiup), trombon (tiup), saksofon tenor (tiup), saksofon bas (tiup), drum (membranofon), simbal (perkusi), dan side drums (tambur). Sebagian kalangan menyakini di masa lampau pemain musik tanjidor adalah para budak yang dibayar untuk menghibur tuannya. Hal ini tercantum dalam buku Mayor Jance yang diterbitkan oleh Masup Jakarta dengan saya sebagai editornya pada 2008.

Mulanya kesenian tanjidor berkembang pesat di luar kota benteng Batavia, terutama di wilayah dengan perkebunan yang luas, seperti di Cililitan, Cipinang, Pondok Gede, Ciseeng, Cimanggis, dan Cileungsi. Adapun repertoar tanjidor merupakan hasil perkawinan antara lagu Betawi asli (kromongan), laras Mandalungan, lagu zaman Belanda yang merupakan lagu mars (mares Merin, dari kata Marine, mares Duelmus, dari kata Wilhelmus) dan walsa (lagu musik dansa). Adapun lagu-lagu yang dinyanyikan adalah Ramton”,” Bananas”,” Cente Manis”,” Keramat Karam (Kramat Karem)”,” Merpati Putih”, dan “Surilang.

Tanjidor Masa Kini

Di masa kini, tanjidor seringkali dimanfaatkan dalam seremonial penyambutan tamu, upacara pindah rumah, maupun dalam kegiatan yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta. Bahkan, bisa dibilang perhatian Pemerintah Provinsi DKI dalam pelestarian tanjidor pun cukup jempolan. Apalagi tanjidor masuk dalam kesenian khas Betawi yang patut dilestarikan.

Meski sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah, masih ada hal yang mengganjal di benak para pemusik tanjidor. Mereka mengeluhkan sulitnya mencari generasi penerus di kalangan anak muda yang sukarela mempelajari musik tanjidor. Jika tak ingin musik khas ini lenyap, tentu regenerasi patut dipikirkan.

 

Source Tanjidor, Kesenian Betawi Yang Mulai Langka Tanjidor, Kesenian Betawi Yang Mulai Langka Tanjidor, Kesenian Betawi Yang Mulai Langka
Comments
Loading...