Tang Cie Tradisi Tionghoa Di Bandung

0 21

Tang Cie Tradisi Tionghoa

Tang Cie adalah suatu tradisi Tionghoa Indonesia yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember, kecuali pada tahun kabisat pada tanggal 21 Desember. Perayaan Tang Ce ini bertepatan dengan Hari Ibu di Indonesia. Biasanya, hari raya Tionghoa seperti Peh Cun, Cap Go Meh, dan Imlek dirayakan menurut kalender Imlek.Namun keunikan dari Tang Cie dirayakan mengikuti penanggalan Masehi, bukan penanggalan Imlek (berdasarkan revolusi bulan). Dalam budaya Tionghoa, Tang Cie dirayakan untuk mengenang pengorbanan dan kasih sayang ibu kepada anaknya.

Pada saat Tang Cie, ada tradisi membuat sendiri onde di rumah masing-masing dari tepung ketan dan pewarna. Pertama-tama dibuat adonan tepung ketan dengan dialasi daun pisang, lalu adonan diwarnai. Onde yang dibuat harus terdiri dari beberapa warna. Kemudian adonan diambil dan dibentuk menjadi bola-bola onde berukuran kecil (diameter sekitar 1 cm) , sedang, dan besar (diameter sekitar 3-4 cm). Ada onde yang diisi dengan kacang tanah, ada pula onde yang tidak diberi isi atau polos. Setelah onde selesai dibentuk, onde-onde yang sudah jadi disimpan dalam wadah, kemudian disimpan di dalam kulkas.

Sebelum disajikan, onde direbus dengan air matang. Kemudian onde disajikan dengan kuah air jahe. Cara membuat kuah air jahe sebagai berikut : jahe dikupas terlebih dahulu, lalu dibakar, kemudian jahe direbus dalam air gula. Gula yang digunakan boleh gula pasir atau gula merah. Air gula yang sudah dimasukkan jahenya tersebut yang dijadikan kuah untuk onde-onde.

Tradisi lainnya pada Tang Cie adalah memakan onde dengan jumlah sesuai dengan umur orang yang memakannya. Contohnya seseorang berumur 20 tahun memakan 20 onde, dst. Setelah memakan onde sejumlah umur, boleh menambah onde lagi jika masih ingin memakan.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Tang-Cie/
Comments
Loading...