Syawalan Gunung Jati Upacara Adat di Kota Udang

0 170

Salah satu upacara adat di Cirebon adalah upacara adat yang dikenal dengan nama Syawalan Gunung Jati yang mana merupakan sebuah tradisi ziarah yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Cirebon dengan mengunjungi makam Sunan Gunung Jati, upacara adat ini dilakukan pada bulan Syawal atau setelah perayaan Idul Fitri yang mana akan sangat ramai masyarakat mengunjungi makam tersebut.

Makna Filosofi Tradisi Syawalan

Syawalan adalah tradisi komunal tahunan di pemakaman Gunung Jati, Cirebon. Ada perilaku simbolik yang menarik untuk diteliti. Perilaku simbolis ini sangat berarti bagi masyarakat Cirebon. Penelitian ini menggambarkan makna filosofis tradisi tahunan masyarakat Cirebon dan Keraton Cirebon. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan fenomenologis. Sultan dan masyarakat melakukan ziarah ke kuburan Sunan Gunung Jati sementara tahlilan, masyarakat juga membawa beras atau uang, Sultan memberikan persembahan kepada mereka, saweran dan mandi di tujuh sumur suci. Arti filosofis dari tradisi tersebut adalah ngalap berkah. Ngalap berkah meliput makna manfaat dalam spiritual, sosial, ekonomi, dan politik.

Namun terkadang dari tahun tahun sebelumnya acara yang sakral ini dibesar-besarkan oleh berbagai kalangan yang datang, sehingga unsur religi yang ada di pokok acara seolah-olah tidak nampak. yang terlihat oleh umum hanya segi hura-huranya seperti pedagang yang menjajakan dagangannya serta lainnya, namun itu semua tergantung niat.

Kegiatan tersebut biasanya diakhiri dengan tabur bunga di pusara keluarga Keraton baik dari Kesepuhan, Kanoman, Keprabonan dan Kecirebonan.

Source Tradisi Syawalan di Astana gunungjati keraton Kanoman Cirebon MAKNA FILOSOFIS TRADISI SYAWALAN (PENELITIAN PADA TRADISI SYAWALAN DI MAKAM GUNUNG JATI CIREBON)
Comments
Loading...