Suro Agung Madiun

0 38

Suro Agung

Malam satu suro atau Suro Agung atau yang biasa dikenal tahun baru Islam oleh masyarakat Jawa adalah tradisi turun temurun yang diadakan oleh dua perguruan pencak silat yang ada di Madiun. Dua perguruan pencak silat ini adalah SH (setia hati) Terate dan SH Winongo. Dua perguruan silat ini memiliki tradisi yang berbeda dalam merayakan malam satu suro.

SH Terate mengadakan konvoi bersama dan takziah bersama anggota padepokan ke makam-makam leluhur juga mengadakan acara pengesahan anggota yang hendak menjadi warga (tingkatan tertinggi dalam perguruan tinggi tersebut). Mereka yang hendak mengikuti pengesahan untuk menjadi warga harus mengikuti beberapa tahap seperti mencuci kain mori sesuai weton, mengambil kain mori yang ada di makam leluhur pada tengah malam.

Jika mereka berhasil melewati tahap tersebut, maka mereka sudah resmi menjadi warga perguruan silat SH Terate. Lain halnya dengan SH Winongo yang memilih untuk konvoi mengelilingi Kota Madiun yang terkenal dengan sebutan kampung pesilat. Konvoi tidak hanya melibatkan warga Madiun yang tergabung dalam anggota perguruan silat tetapi juga anggota dari daerah lain yang dekat dengan Madiun. Misalnya, Ponorogo, Magetan, Trenggalek, Ngawi, dan daerah lain. Mereka menggunakan atribut serba hitam dan membawa bendera perguruan mereka. Tradisi ini biasanya dimulai dari pukul 08.00 sampai tengah malam. Saat acara suro agung Kota Madiun bak kota mati karena tidak ada yang berani keluar rumah untuk menghindari konvoi 2 perguruan silat tersebut.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Suro-Agung/
Comments
Loading...