“Surak Ibra”, Seni Boboyongan Garut Yang Dikenal Sebagai “Pesta Raja”

0 127

Surak Ibra merupakan salah satu kesenian tradisional yang berasal dari desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kesenian tradisional ini dikenal juga dengan sebutan Boboyongan Eson.

Lahirnya Surak Ibra

Surak Ibra sudah lahir sejak pada tahun 1910 di kampung Sindang Sari. Kesenian tradisional Surak Ibra diciptakan oleh putra dari Raden Wangsa Muhammad atau yang lebih dikenal dengan nama Raden Papak, yaitu Raden Djajadiwangsa. Surak Ibra lahir dari bentuk perlawanan masyarakat kepada pemerintah kolonial Belanda atas kesewenang-wenangan saat itu, dan sebagai eskpresi bentuk kegotong-royongan serta keinginan untuk mandiri. Hal itulah yang menyebabkan Surak Ibra ini dimainkan oleh sedikitnya 40 orang sampai 100 orang pemain. Adapun untuk alat musik yang dipakai adalah obor dari bambu, seperangkat dogdog, angklung, seperangkat gendang pencak, keprak dan kentongan bambu.

Pertunjukan Surak Ibra

Di setiap pementasan Surak Ibra versi Cibatu biasanya akan ada unsur-unsur magic dikarena para pemainnya mengalami trance, atau tidak sadarkan diri sebab kerasukan. Pada pertunjukannya juga diawali dengan menyediakan sesaji dan harus disediakan sehari sebelumnya permentasan, dan alas-alas yang dipakai harus diberi mantra terlebih dahulu. Para pemain akan membentuk lingkaran yang mirip arena tari kecak asal bali. Di luar lingkaran akan berjajar pemain musik, dengan baju yang berbeda warna, yang akan lalu lalang sambil membunyikan alat musik yang mereka bawa. Sementara di tengah lingkaran, ada seorang pemain yang mengenakan baju beda sendiri, yang akan menari mengeliling lingkaran, sambil sesekali menyambangi para pemain di lingkaran. Kesenian ini berakhir, dengan diusungnya si pemain tunggal di tengah lingkaran, yang sesekali dilempar ke atas sebagai wujud kegembiraan dan penghormatan.

Surak Ibra umumnya dipagelarkan di event tertentu seperti pada saat memperingati hari jadi Kabupaten Garut, Jawa Barat. Saat ini kesenian surak ibra sudah langka dan masuk ke dalam agenda Balai Pengelolaan Taman Budaya Provinsi Jawa Barat. Hal ini dikarenakan sulitnya regenerasi dan derasnya arus globalisasi. Saat ini beberapa pewaris kesenian ini juga telah memasuki usia senja dan kesulitan untuk meremajakan kesenian ini.

Source "Surak Ibra", Seni Boboyongan Garut Yang Dikenal Sebagai "Pesta Raja" "Surak Ibra", Seni Boboyongan Garut Yang Dikenal Sebagai "Pesta Raja" "Surak Ibra", Seni Boboyongan Garut Yang Dikenal Sebagai "Pesta Raja"
Comments
Loading...