Suku Bangsa Jawa Dari Sistem Kekerabatan

0 92

Suku Bangsa Jawa adalah suku bangasa Indonesia yang paling banyak jumlahnya, menempati seluruh daerah jawa tengah, jawa timur dan sebagian jawa barat mereka menggunakan bahasa jawa secara keseluruhan, hanya saja terdapat perbedaan dialek di daerah tertentu. Suku bangsa jawa termasuk suku bangsa yang telah maju kebudayaannya, karena sejak zaman dahulu mereka telah banyak mendapat pengaruh dari berbagai kebudayaan, seperti : kedubayanan Hindu, Budha, Islam dan Eropa. Setelah mengetahui suku bangsa di Indonesia maka sekarang penyusun akan membahas tentang salah satu suku di Indonsia yaitu Suku jawa.

Sistem Kekerabatan

   Masyarakat Jawa menganut sistem kekerabatan bilateral atau parental, yaitu sistem kekerabatan yang menarik garis keturunan dari bapak/ibu.

Istilah- istilah yang digunakan dalam sistem kekerabatan Jawa sebagai berikut:

  • Pakde dan Bude (uwa), yaitu semua kakak dari bapak dan ibu, baik laki-laki maupun perempunan beserta suami dan istrinya.
  • Paklik (Paman) dan Bulik (bibi), yaitu semua adik dari ayah dan ibu,baik laki-laki maupun perempuan beserta suami dan istrinya.
  • Nak Ndulur (Sepupu), yaitu anak dari pakde-bude dan paklik-bulik.
  • Misan, yaitu anak dari saudara sepupu.
  • Pada masyarakat Jawa, perkawinan dianggap ideal apabila diukur dari segi keyakinan dan kesamaan adat yang menunjukan adanya pemilihan jodoh ideal.
  • Ukuran ideal bagi pria adalah perhitungan bibit, bebet, dan bobot. Sedangkan bagi wanita, perhitungannya didasarkan pada mugen, tegen, dan rigen.

Pernikahan yang dilarang, yaitu menikah dengan:

  • 1.Saudara kandung.
  • 2.Pancer lanang (anak dari dua saudara kandung laki-laki).
  • 3.Pihak laki-laki lebih muda abunya dari pihak perempuan.

Sistem Politik Dan Kemasyarakatan

  • 1.Dahulu, pada suku Jawa terdapat stratifikasi sosial yang dikenal dengan golongan bendoro, priyayi, dan wong cilik.
  • 2.Stratifikasi sosial berdasarkan kepemilikan tanah, yaitu wong baku, kuli gondok (lindung), dan sinoman.
  • 3.Dalam bidang pemerintah, pamong desa memilih seorang kepala desa (lurah) dengan semua pembantunya, seperti carik, juga tirta (ulu-ulu), dan juga baya. Tugas utama mereka adalah untuk meningkatkan kesejahteraan desa.
Source http://aisyahzuhro.blogspot.co.id http://aisyahzuhro.blogspot.co.id/2014/01/kebudayaan-suku-jawa.html
Comments
Loading...