Sinom, Bagian VIII Kitab Serat Panisastra.

0 6

Sinom, Bagian VIII Kitab Serat Panisastra.

Sinom
(10) reksanen ingkang utama, tegesipun kang prayogi, wewehna kang prayogi, wewehna para pandhita, jakatna ing pekir miskin, tulang meing repot sami, kinarya ganjar ing wadu, yen wong sugih upama, eman kalamun amendhita, datan arsa jakat mring para pandhita.
(12 )mangkana ngaurip samya,awya kumed ing wong miskin, kumed ing pandhita, dinukan dening Ywang Widi, ing akir tanpa prayogi, nemu cilaka tan wurung, mungguh kang para dewa, kang linewihaken pribadi, datan kadya sang Bathara Nilakantha.
Artinya:
(10) rawatlah yang utama, maksudnya yang semestinya, berikan yang terbaik, berikan para pendeta, berzakatlah kepada fakir miskin, ikut merasakan repotnya sesama, akan mendapat ganjaran dari prajurit, kalau seumpama orang kaya,kikir kalau dengan para pendeta, tanpa keinginan untuk berzakat kepada pendeta.
(12) begitulah hidup yang semestinya,janganlah kikir kepada orang miskin, jangablah kikir kepada pendeta, karena Tuhan murka dengan ornag-orang seperti itu, akhirnya tidak baik, mendapat celaka yang tak berujung, bagi para dewa, yang mempunyai kelebihan secara pribadi, tidak seperti Bathara Nilakantha
Isi teks: cuplikan teks di atas berisi tentang nasehat untuk kita semua, agar berzakat kepada fakir miskin dan pendeta,dan janganlah kita bersifat kikir,karena Tuhan tidak menyukai sifat itu.
Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Sinom-Bagian-VIII-Kitab-Serat-Panisastra/
Comments
Loading...