Silakupang Pemalang

0 171

Silakupang

Silakupang merupakan pertunjukkan seni yang mengolaborasikan beberapa kesenian khas pesisir Utara Pulau Jawa. Silakupang terdiri atas kesenian sintren, lais, kuntulan, dan kuda kepang.

Sintren dan lais adalah kesenian yang menceritakan kisah cinta antara Sulasih dan Raden Sulandana. Karena perbedaan status sosial, Ayah Sulandana tidak merestui hubungan keduanya. Sulandana kemudian memilih untuk bertapa. Sementara itu, Sulasih menjadi seorang penari. Walau demikian, mereka berdua tetap sering bertemu di alam gaib lantaran Ibu Sulandana sengaja memanggil roh bidadari untuk merasuki Sulasih dan memanggil Sulandana yang sedang bertapa untuk menghampirinya.

Kuntulan adalah kesenian islami yang berasal dari Kabupaten Pemalang. Gerakan-gerakan dalam tari kuntulan didasarkan pada jurus-jurus silat yang sudah dimodifikasi agar semakin artistik dan akrobatik. Kuntulan diiringi dengan musik rebana, bedug, dan juga diiringi bacaan salawat Nabi.

Kuda kepang adalah tari tradisional Jawa yang menggunakan ebeg sebagai properti utamanya. Kuda kepang atau jaran ebeg dibuat dari anyaman bambu yang dihias menyerupai seekor kuda. Dalam tarian ini, pasukan kuda berlari dan melompat menirukan gaya kuda.

Pertunjukkan silakupang dimainkan oleh laki-laki dan perempuan. Laki-laki berperan sebagi penari lais, kuntulan, dan kuda kepang, sedangkan perempuan berperan sebagai penari sintren dan pembawa lagu.

Selain itu, ada syarat menjadi seorang penari sintren, yaitu perempuan yang masih perawan. Menurut cerita masyarakat, roh bidadari tidak akan bisa memasuki raga penari yang sudah tidak perawan.

Keempat kesenian di atas dikolaborasikan menjadi satu kesatuan cerita yang memiliki alur menarik. Alur dimulai dengan iring-iringan kuda kepang yang memasuki pentas dengan sangar, lagu pemanggil roh dimainkan, salah satu penari kuda lalu menjelma menjadi Sulandana dan mengajak penari sintren yang sudah terisi roh bidadari berjoget bersama. Pertunjukkan diakhiri dengan tari kuntulan yang mampu mengusir roh bidadari tersebut dari tubuh penari sintren.

Seni pertunjukkan yang berasal dari Pemalang (Jawa Tengah) ini mengandung nilai-nilai romantis, gagah, lincah, dan religius.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Silakupang/
Comments
Loading...