Sesaji Sekar Jagad

0 59

Sesaji Sekar Jagad

Sekar Jagad dalam arti bahasa adalah sekar yang berarti Bunga, sedangkan jagad adalah bumi/dunia. Jadi, sekar jagad dapat diartikan sebagai bunga dunia. Berbagai bunga dan tanaman tumbuh dimuka bumi ini namun hanya beberapa bunga yang disatukan dan dirangkai untuk menjadi sebuah sesaji sekar jagad. Sedangkan sesaji sendiri adalah sebuah bentuk persembahan kepada leluhur, alam semesta karena hajat yang berkaitan dengan problem dum-duman “pembagian” terhadap kenikmatan dan juga keslamatan.

Jadi sesaji sekar jagad dapat diartikan sebagai sebuah rangkaian persembahan yang telah dirangkai untuk dipersembahkan kepada alam semesta dengan meminta berkah akan keselamatan agar dapat memahami kehidupannya dengan baik sesuai adat istiadat dan warisan budaya dari nenek moyang dan para leluhur.

Latar belakang

Upacara tradisional khususnya orang jawa tak lepas dari sebuah sesaji. Semua jenis sesaji yang dihaturkan atau dipersembahkan mempunyai arti tersendiri. Begitupula dengan sesaji sekar jagad yang pastinya juga mempunyai bentuk dan makna tersendiri dalam penyajianya. Sesaji sekar jagad pertama kali ditemukan oleh seorang spiritual dari pamenang Kediri salah satu juru kunci dari makam raja Sri Aji Jayabaya yang bernama Ki Bambang Jolodoro. Beliau, menjalani laku spiritual telah bertahun-tahun lamanya dari tempat satu ke tempat yang lain. Atas tuntunan dari leluhur dan alam semesta, pada saat Ki Bambang Jolodoro melakukan laku spiritual di Gunung Lawu beliau di tuntun untuk merangakai sebuah sesaji sekar jagad. Banyak hal-hal ganjil yang dinilai manusia tidak masuk akal pada saat kejadian laku tersebut. Atas berkat Tuhan Yang Maha Esa sesaji sekar jagad sekar sudah merambah keseluruh penjuru Nusantara dengan maksud dan tujuan tertentu.

Fungsi

Berkembangnya pola hidup modernisasi di Indonesia menjadikan bentuk tradisi daerah dan laku spiritual semakin ditinggalkan. Bahkan yang parahnya lagi banyak orang yang tak memperdulikan ataupun menganggap remeh peninggalan-peninggalan para leluhur dalam bentuk karya ataupun sebuah tempat yang diangap kramat semisal candi, sendang, punden dll. Energy-energi alam semakin tertutup dengan tumbuhnya modernisasi yang mengakibatkan ketidak seimbangnya antara manusia dan alam. Untuk itu sesaji sekar jagad disajikan salah satu fugsi yang utama adalah untuk membuka kembali aura-aura atau energy positif yang terkandung dalam alam nusantara ini.

Bentuk-bentuk ritual yang dewasa ini telah menggunakan sesaji sekar jagad antara lain sesaji alam, sesaji leleuhur, jamasan pusaka, ruwatan, acara-acara tradisi (wayangan, tari, kethoprak, klenengan, dll) dan juga acara pribadi seorang (kelahiran, pernikahan, mitoni, dll). Sesaji sekar jagad diyakini dapat membuka aura positif dalam diri manusia maupun alam sekitar kita sehingga manusia bisa hidup harmonis dengan alam dan lingkungan sekitar.

Keyakinan akan perluanya sebuah bentuk sesaji / persembahan kepada alam, masyarakat Jawa muncul secara cultural sebagai akal budi kesadaran jiwa. Betapa pentinya hidup bersih dan mulia secara luas. Selalu mawas diri, menilai dan mengkoreksi perbuatan sehari-hari yang disengaja maupun tidak, atau pengaruh karena lingkungan. Dengan melakukan intropeksi diri terus-menerus sehingga tercapainya kwalitas diri yang diharapkan mencapai keharmonisan damai sejahtera dan indah sebagai insan hamba Allah. Masyarakat Jawa percaya bukan hanya badan yang dibersihkan tetapi jiwa, akhlak, dan mental perlu disucikan supaya tidak mudah dihancurkan oleh sang waktu, sang kala (bethara kala). Begitu juga sebenarnya badan kita perlu semua dibersihkan dan diperbaharui untuk dapat bertahan menghadapi sang waktu, sang kala (bethara kala). Itulah yang disebut bersih diri meruwat sekaligus buka aura, sinar dari badan memancar.

Source http://sulistiyowatiss.blogspot.com http://sulistiyowatiss.blogspot.com/2014/06/sesaji-sekar-jagad.html
Comments
Loading...