Sesaji Dalam Kesenian Jaranan

0 34

Simbol Pada Sesaji

Dalam penyajian kesenian pada umumnya juga selalu diadakannya sesaji. Sesaji sebagai symbol terhadap kehidupan manusia dalam lingkungannya. Ada beberapa kelengkapan sesaji yang biasa digunakan oleh komunitas kesenian Jaranan, pada dasarnya seluruhnya merupakan gambaran tentang ajaran hidup yang sebenarnya menjadi media pengingat-ingat manusia agar ia selalu dapat memahami keberadaan dirinya dalam dunia kehidupan ini serta dapat melakukan hal yang baik dan menghindari hal yang tidak baik. Berbagai macam sesaji yang umumnya disiapkan oleh para sesepuh diantaranya adalah sebagai berikut :

Jenang sengkala

Jenang sengkala diartikan sebagai upaya manusia untuk nolak (menolak) kala (zat negative), dank ala adalah gambaran raksasa yang mempunyai sifat angkara murka. Dengan menghilangkan sifat angkara murka dalam diri manusia, maka manusia terseut akan hidup sehat, sejahtera lahir dan batin. Jenang sengkala disimbolkan dalam bentuk nasi bubur yang dibuat dalam dua warna yaitu warna merah dan putih, satu piring bubur putih, satu piring bubur merah, satu piring bubur putih yang diatasnya dibubuhi bubur merah dan satu piring bubur merah yang diatasnya dibubuhi bubur merah. Doa atau unen-unen dalam sesaji yang diujudkan dalam jenang sengkala ini adalah nolak kala, kari seger kuwarasane (menolak kala, tinggal sehat dan sejahtera)

Kelapa (saklugune)

Kelapa diartikan dengan saklugune (sewajarnya) – dipecah – pikire sing mecah (pikirannya yang mengurai), pemahaman ini diambilkan dari filosofi sebuah kelapa, semua bagian dapat digunakan (isine klapa jangkep ana gunane), semua bagian dari kelapa misalnya : airnya, dagingnya, tempurungnya hingga serabutnya. Cara mengkonsumsinya, kelapa dipecah dahulu, maksudnya supaya pikirannya terbuka (pikire sing mecah)

Beras kuning

Beras kuning sebagai perlambang penyucian, menghalau segala zat negative yang ada di lingkungan sekitar. Beras kuning ini pada umumnya disebarkan saat enjelang akhir dan adegan kalongan.

Kembang setaman

Kembang setaman melambangkan beraneka ragam yang mengelilingi kehidupan manusia. Bunga akan mengembang dan menumbuhkan kesenangan, dan kembang untuk senang.

Kinangan

Kinangan diartikan sebagai membekali, artinya membekali hidup manusia agar yang bersangkutan dapat hidup tentram.

Gedang (pisang)

Pisang setangkep diartikan sebagai bekal hidup yang lengkap. Gedang diartikan digawe kadang, artinya dalam kehidupan inimanusia hendaklah selalu berpijak pada rasa kekeluargaan.

Minyak wangi

Minyak wangi sebagai gambaran luaskan hal-hal yang baik, menimbulkan keharuman, menghilangkan hal-hal yang tidak baik.

Pecok bakal

Pecaok bakal atau ada pula yang menyebutnya sebagai cok bakal, dimaksudkan sebagai hal-hal yang membekali hidup manusia. Cok bakal merupakan kumpulan dari bahan-bahan bumbu masak antara lain : kemiri, bawang merah, kelapa, cabe, telur ayam.

Klasa (tikar)

Klasa adalah alat untuk alas (lemek) tidur, artinya alas (lemek) adalah sebagai pijakan/dasar/pedoman. Klasa diartikan sebagai dasar (hukum), bahwa manusia hidup hendaknya tidak sampai meninggalkan hukum kehidupan itu sendiri. Hukum kehidupan yang diciptakan oleh Tuhan sebenarnya menjadikan keseimbangan hidup antara manusia, alam dan zat atau getaran hidup yang mengitarinya.

Kendi

Orang jaman dahulu ssangat akrab dengan kendi sebagai peralatan dapur. Kendi pada mulanya sebagai tempat air minum, dibuat dari tanah liat, bila untuk tempat air, airnya terasa dingin dan menyegarkan. Kendi sebagai symbol mengairi, memberikan air agar hidup selalu dalam kesegaran.

Telur

Telur diibaratkan seperti kondisi zat yang sebelum berujud bentuknya, ketika masih di dalam kandungan, kemudian pada saatnya akan membentuk zat yang dilambangkan berbetuk embrio dan mahluk yang disebut manusia. Oleh karena itu kemudian dilambangkan bahwa telur sebagai symbol asal muasalnya manusia, karena dalam telur juga ada zat yang akan membuat terbentuknya embrio. Berdasarkan faham ini, ada orang-orang yang tidak makan telur yang putih telur dan kuning telurnya belum terurai menjadi satu. Karena mereka berpendapat bahwa dalam kondisi kuning telur dan putih telur yang masih terpisah, kuning telur merupakan zat yang akan membentuk mahluk hidup.

Source https://www.kaskus.co.id https://www.kaskus.co.id/show_post/000000000000000627147625/221/
Comments
Loading...