Serat Wulangreh : Anak Muda Jangan Bergaul Dengan Orang Jahat

0 70

Serat Wulangreh : Anak Muda Jangan Bergaul Dengan Orang Jahat

Aja Cedhak Kebo Gupak yang arti harfiahnya kalau kita dekat-dekat kerbau (yang baru keluar dari kubangan atau baru membajak sawah) pasti akan “gupak” atau terkena lumpur yang melekat di badan kerbau. Demikian pula kalau kita bergaul dengan orang jahat, kuranglebihnya kita akan ikut menjadi jahat.

Arti yang sama terdapat dalam peribahasa “Aja cedhak celeng boloten” atau babi hutan yang penuh daki. Kita pasti akan kena bolotnya. Sri Susuhunan Pakubuwana IV dalam Serat Wulangreh, banyak memberi pitutur kepada kawula muda, salah satunya adalah mengenai teman bergaul. Dalam Pupuh Kinanthi bait ke lima :

Terjemahan bebasnya kurang-lebih: Kalau orang muda sudah pasti, ikut kepada yang menghadapi, kalau yang menghadap banyak bangsat, tak urung akan ikut berbuat tidak baik, kalau yang menghadap banyak durjana, tak urung jadi maling.

Catatan: (1) Juti: tidak baik, perbuatan tidak baik (2) Bangsat (orang jahat) (3) Durjana: arahnya ke pencuri.

Kalau iman kita kuat apa tidak boleh dekat-dekat? Ya kalau iman kita sudah kuat dan tujuan kita mendekat adalah untuk menyadarkan mereka yang jahat, itu ceritera lain. Tetapi nasihat umum kepada kawula muda secara keseluruhan yang ketebalan imannya masih bervariasi tentusaja “jangan mendekat”. Semacam “primary prevention” pada ilmu kedokteran pencegahan. Mencegah lebih mudah daripada mengobati.

Penjelasannya ada pada bait ke enam :

Terjemahan bebasnya kurang-lebih:

Walaupun tidak ikut, pasti jadi tahu kelakuan maling, seperti itulah semua, perbuatan buruk itu, begitu melihat langsung bisa, itulah tuntunan iblis.

Dijelaskan bahwa kalau kita bergaul dengan orang jahat, begitu tahu seperti apa, kita langsung mampu melakukannya. Ada peran iblis yang senantiasa menggoda manusia. Oleh sebab itu jangan berteman dengan orang jahat. Bukti statistik memang tidak ada, tetapi pengalaman mengatakan demikian, seperti disebut dalam bait ke sepuluh :

Terjemahan bebasnya:

Ceritera yang sudah terjadi, perbuatan buruk dan baik, tindakan benar dan tidak benar, ada di dalam ceritera ini, maka disebut ceritera, semuanya untuk diketahui.

Source http://iwanmuljono.blogspot.com/ http://iwanmuljono.blogspot.com/2012/03/serat-wulangreh-anak-muda-jangan.html
Comments
Loading...