Serat Wulang Sunu

0 61

Pada abad 18-19 M, kondisi politik kerajaan Surakarta dalam penjajahan bangsa Eropa, Paku Buwana IV telah beberapa kali berusaha mengusir penjajah tersebut. Akibat dari penjajahan bangsa Eropa telah membuat rakyat Surakarta menjadi sengsara baik lahir maupun bathin. Suasana kehidupan semakin berat dan sulit, tidak ada kegembiraan kerena kesusahan yang tiada akhir. Pihak istana yang diharapkan sebagai perlindungan rakyat Surakarta, sudah tidak mampu lagi kerena kekuasaannya telah dirampas oleh penjajah, untuk itulah Paku Buwana IV dan para pujangga lainya mencoba mengalihkan kegiatan istana kepada kerohanian. Hal tersebut mempunyai maksud untuk memberikan pengajaran atau panutan kepada rakyat Surakarta khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Untuk mengembalikan atau membuat suasana tentram, damai dan makmur rakyat Surakarta, maka Paku Buwana IV mencoba menulis nasehat-nasehat dalam bentuk karya sastra, diantaranya adalah Serat Wulang Sunu. Dengan karya sastra tersebut Paku Buwana IV berharap kepada rakyat Surakarta mempunyai pegangan hidup di dunia ini untuk menjalani kehidupan sehari-hari dalam kaitannya mencari ilmu, etika, terhadap guru, terhadap orang tua dan sesama manusia.

Dalam hal menyembah kepada Allah juga sangat ditekankan oleh Paku Buwana IV, beberapa hal tersebut merupakan ajaran pokok Paku Buwana IV dalam rangka menciptakan perikehidupan masyarakat Jawa yang damai dan tentram tidak melanggar aturan dan larangan sehingga nantinya akan selamat baik di dunia maupun di akherat yang menjadi tujuan bagi seluruh umat manusia.

Source http://cacanajayakertabhumi.blogspot.co.id http://cacanajayakertabhumi.blogspot.co.id/2015/11/serat-wulang-sunu.html
Comments
Loading...