Serat Tungguljati

0 76

Bagi masyarakat Jawa, ada pandangan hidup, jika ingin menuju kesempurnaan hidup maka harus bisa menyelaraskan kebutuhan jasmani dan rohani. Apabila hanya mementingkan satu sisi saja, dianggap tidak sempurna hidupnya. Namun untuk menuju ke kehidupan yang selaras dan hidup sejati, memang tidak mudah dan harus banyak belajar, menimba pengalaman, dan mendengarkan nasihat atau wejangan orang tua dan para leluhur.

Itulah sebabnya, tidak kurang-kurang para leluhur masyarakat Jawa selalu ingin memberi bekal kepada generasi mudanya melalui nasihat dan wejangan, salah satunya seperti yang tertuang dalam buku berjudul “Serat Tunggul Jati” ini. Dalam buku tersebut diuraikan bahwa untuk menuju kesempurnaan hidup, manusia Jawa harus bisa mengetahui kebutuhan-kebutuhan pokok orang hidup, yang terbagi menjadi 4 macam, yaitu:

1) kebutuhan badan,

2) kebutuhan budi,

3) kebutuhan rasa, dan

4) kebutuhan suksma (tertulis: butuhing raga, budi, rasa, dan suksma).

Apabila kebutuhan-kebutuhan itu bisa dijalankan secara seimbang, maka diyakini, manusia hidup akan menuju manusia sejati (tertulis: tunggul jati).

Itulah cuplikan ajaran Serat Tunggul Jati, yang merupakan sebuah buku kuno di Perpustakaan Tembi Rumah Budaya Yogyakarta. Buku itu ditulis dalam bahasa Jawa halus (krama inggil) dan bertuliskan aksara Jawa. Pengarang buku menggunakan nama samaran, yaitu: Juru Nitis. Buku yang dikarang tahun 1847 dengan sengkalan “Pandhita Suci Ngesthi Jati” ini diterbitkan oleh Boekhandel M Tanoyo Solo tahun 1924, atau sekitar 92 tahun yang lalu. Kondisi buku dengan tebal 15 halaman ini masih bagus.

Source http://arsip.tembi.net/ http://arsip.tembi.net/edukasi/serat-tunggul-jati-ajaran-menuju-kesempurnaan-hidup-bagi-orang-jawa
Comments
Loading...