Serat Tekawardi

0 65

Serat Tekawardi

Sejak orang-orang di seluruh Nusantara mulai mengenal tulisan, mereka banyak sekali menghasilkan karya-karya yang dituliskan dalam berbagai media seperti: lontar, batu, kayu dan lain sebagainya. Tulisan-tulisan yang jumlahnya ribuan tersebut saat ini banyak yang sudah hilang (hanya berupa salinannya saja) atau telah dibawa dan disimpan di museum-museum yang ada di luar negeri. Salah satu dari sekian banyak tulisan tersebut adalah Serat Tekawardi. Serat Tekawardi adalah salah satu naskah1 kuno yang saat ini hanya berupa salinannya saja, sedangkan naskah aslinya sudah tidak diketahui lagi keberadaannya. Naskah yang tidak diketahui siapa pengarangnya serta tanggal dan tahun berapa ditulis ini merupakan koleksi Bapak Prodjodiredjo yang bertempat tinggal di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jika dilihat dari gaya bahasa maupun isinya, Serat Tekawardi kemungkinan ditulis pada akhir abad ke-19. Pada waktu itu mungkin sedang terjadi kemerosotan moral, sehingga para pemuka masyarakat berusaha untuk menuntun orang-orang ke jalan yang benar. Hal ini juga dapat dilihat dengan lahirnya naskah-naskah lain yang berisi tentang pendidikan, moral, ajaran, dan falsafah hidup, seperti: serat Sasana Sunu (Yayadipura II), Wulang Reh (Paku Buwana IV), Wulang Brata dan sebagainya.

Isi Serat Tekawardi

Secara ringkas serat Tekawardi berisi tentang: (1) nasihat kepada orang muda; (2) nasihat untuk orang tua; (3) sifat raja yang utama; (4) sikap dan perbuatan yang baik bagi setiap orang; (5) sikap dan perbuatan yang baik bagi seorang abdi; (6) sikap yang tepat untuk mengabdi kepada raja yang masih muda usia; (7) tujuan tinggal atau menetap di asrama/padepokan; (8) apa yang harus dipelajari bila belajar bahasa; (9) sikap dan perbuatan seorang murid supaya lekas pandai; (10) uraian tentang nafsu dan cara menguasainya; (11) sikap, perbuatan dan usaha manusia yang sudah setengah tua agar hidup bahagia; (12) sikap yang baik bagi atasan kepada bawahan; (13) sikap yang baik bagi seorang calon abdi (yang masih magang); (14) usaha-usaha agar tidak terganggu oleh setan; dan (15) perbuatan-perbuatan yang disenangi oleh Tuhan.

Source http://uun-halimah.blogspot.co.id/ http://uun-halimah.blogspot.co.id/2008/08/serat-tekawardi.html
Comments
Loading...