budayajawa.id

Serat Suluk Gita Prabowo

0 18

Suluk Gita Prabawa menceritakan seorang anak raja yang bernama Gita Prabawa dengan ditemani seorang abdi yang setia yang bernama Darma Gandhul yang tak kalah jeleknya. Setelah bertapa pangeran itu menjadi orang yang sangat pandai berdebat, pandai menulis dan pandai berhitung , tanpa guru.

Pangeran lalu minta ijin ayahnya untuk berkelana mencari lawan untuk berdebat mengenai kawruh kasunyatan “ilmu kasunyatan” dan tentang hakikat Jalu Wanita (pria dan wanita), kelakuan dalam Asmara gama dan terjadinya benih manusia, akhirnya  Gita Prabawa mendapat lawan yang tangguh yang bernama  Dewi Pujiwati.

Dalam Suluk Gita Prabawa banyak terkandung pendidikan / ajaran budi pekerti yang luhur, dan menurut kaitannya dengan tahap-tahap syariat, tarikat, hakekat dan makrifat. Dalam suluk tersebut yang ada kaitannya dengan empat tahap perjalanan manusia menuju kesempurnaan antara lain sebagai berikut :

Wejangan Gita Prabawa :

Darma Wasesa Kang winarna, langkung kagyat denira aningali, Gita Prabawa dene mlebu, marang guwa Siluman, pakartine Pujiwati sang Retna Yu, Darma Wasesa aturira, dhuh dhuh sampun den lampahi.

Terjemahan :

Diseritakan darma Gandhul, sangat terkejut melihat, Gita Prabawa masuk ke dalam gua siluman, itu perbuatan Sang Retna Ayu (Pujiwati), Darma Gandhul berkata, aduhai jangan dilakukan.

Dika manjing ing jro guwa, datan wande yen keneng kyeh bilai, langkung samar weritipun, ing ngriku pangalapan, kayangane sagungipun pra lelembut, Pujiwati kinuwasa, linulutas pra dhedhemit.

Terjemahan :

Tuan masuk ke dalam gua, pasti mati, sangat berbahaya, karena angker, disitu tempat tinggal para lelembut, Pujiwati yang diberi kekuasaan, dicintai para lelembut, dan masih banyak lagi yang lain.

Source https://alangalangkumitir.wordpress.com https://alangalangkumitir.wordpress.com/category/ajaran-budi-pekerti-dalam-suluk-gita-prabawa/
Comments
Loading...