Serat Sastra Gending

0 89

Naskah Serat Sastra Gendhing karya Sultan Agung merupakan salah satu naskah Jawa yang berisi ajaran panduan moral agar manusia mengenal sang pencipta dan mengerjakan perbuatan yang bermanfaat terhadap sesama umat manusia yang didasari dengan ilmu pengetahuan.

Secara substantif serat ini merupakan karya monumental Sultan Agung yang menerangkan dua disiplin dalam ilmu keislaman, yakni ilmu teologi dan ilmu mistik. Ilmu teologi merupakan disiplin ilmu yang menerangkan tentang ke-esaan Tuhan, sedangkan ilmu mistik adalah disiplin ilmu yang menjelaskan tentang pola komunikasi manusia dengan Tuhannya bahkan sampai menguraikan bagaimana manusia dapat menyatu denganNya.

Dalam ajaran Islam, mistik Islam dikenal dengan nama ilmu tashawwuf. Corak mistik yang diuraikan dalam serat ini meliputi tashawwuf amali dan tashawwuf falsafi. Tashawwuf amali bersentuhan dengan ajaran tentang bagaimana manusia berhubungan dengan Tuhan tanpa meninggalkan ilmu syari’at dengan mengerjakan amal kebajikan yang bermanfaat baik bagi dirinya maupun terhadap orang lain. Sedangkan tasawuf falsafi berkaitan dengan penjelasan Tuhan dalam konsep ahadiyah dan wahidiyah sebagaimana penjelasan Ibnu Arabi.

Serat Sastra Gendhing berbentuk tembang macapat dan ditulis dalam bahasa Jawa baru dengan menggunakan huruf Jawa menarik untuk diteliti. Daya tarik ini khususnya terletak pada bagaimana dan mengapa seorang raja bisa membuat karya sastra yang diperuntukkan bagi rakyatnya. Di samping itu, serat ini juga menarik karena ia mencoba mengasimilasikan ajaran Islam ke dalam budaya Jawa sehingga isinya merupakan ajaran Islam dalam versi Jawa.

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui makna ajaran mistisisme yang terkandung dalam naskah Serat Sastra Gendhing serta untuk mengetahui corak tashawwuf yang hendak dikembangkan oleh penulisnya. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian naskah ini adalah hermenuetika yang dikembangkan Gadamer.

Temuan penelitian ini bahwa Serat Satra Gendhing mengajarkan tentang panintheisme, dimana dua hal saling berkaitan dan saling membutuhkan yang tergambar dalam hubungan antara pencipta dan yang dicipta. Adapun corak mistik Sultan Agung dalam Serat Sastra Gendhing cenderung pada mistik tashawwuf falsafi Ibnu Arabi. Sedangkan dalam konteks pembaca pada era sekarang, Serat Sastra Gendhing ini merupakan serat panduan moral agar manusia dalam hidupnya mengerjakan kebajikan.

Source http://eprints.walisongo.ac.id http://eprints.walisongo.ac.id/4/
Comments
Loading...