Serat Rama

0 77

Serat Rama

Keterangan korpus, menghadapi korpus sastra yang sekuna, seluas dan seruet rangkaian teks famili Serat Rama ( Ramayana) , memang suatu tantangan yang amat besar. Lebih-lebih dalam keadaan seperti sekarang, yaitu pengarapan naskah untuk dibuat mikrofilm dalam rangka menyelenggarakan Proyek Mikrofilm Museum Sonobudoyo, dimana waktu yang diluangkan untuk processing tiap naskah terbatas beberapa jam saja. Dengan demikian, jelaslah betapa mustahilnya penyelidikan sepintas dapat memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan pembedaan teks serta pengelompokannya dalam berbagai redaksi. Dengan menegaskan caveat tersebut kami menyajikan dibawah ini segumpal data mentah tentang perkembangan teks-teks yang bersama sama merupakan korpus sastra Serat Rama.

Cerita Ramayana, epik Asia Selatan yang termasyur itu, sudah masuk kawasan Jawa, baik secara geografika maupun seara Intelektuil, sejak jaman Hindu dulu, mungkin satu setengah milenium yang lalu. Lama kelamaan inti wiracarita ini meresap pada masyarakat, sehingga muncul bermacam macam penjelmaan kulturil baru yang bertokohkan pahlawan serta gembong Ramayana. Sejak masuknya Islam di Jawa cerita Rama tidak disingkirkan, tetapi menjadi salah satu “kitab di” yang sering ditelaah dan di pegang erat-erat oleh kaum santri dan santri lelena yang khas Jawa. Sejak jaman Islam cerita Rama, dengan sempalannya tumbuh subur pada banyak bidang kebudayaan, termasuk tari, drama, wayang, cerita rakyat, serta sastra.

Source http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/ http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1750
Comments
Loading...