Serat Panitisastra

0 29

Serat Panitisastra

Serat panitisastra yaitu salah satu sastra piwulang  yang sebenarnya serat Nitisastra yang menggunakan bahasa Djarwa. Serat ini ketika tahun 1725 (1789M) dari bahasa Kawi disalin ke dalam bahasa Kawi-miring. Kemudian tahun 1735 (1808M),kemdian disusul kitab berbahasa Kawi-Djarwa. Setelah tahun 1746 (1819M),diubah ke dalam bahasa prosa oleh Raden Pandji Puspawilaga. Dibuat pada tahun 1843 pada zaman pemerintahan Sri Susuhunan P.B.VII.
Serat ini diedarkan di Surakarta,pada bait pertama tembang dhandhanggula menunjukkan asal muasalnya serat ini,yang berbunyi:
Makritya ring agnya narpasiwi,nular pralampitaning Sang Wusman,Ing Surakartawedhare,tata tri gora ratu,Ri sangkala witning winarti,Nitisastra inaran,winarnaeng kidung,kadi kadanging sarjawa,limaksana sasananing kang janmadi,adi yang kadriyana.
Yang artinya: akan mengerjakan perintah raja putra,meniru lambang-lambang sang wusman, di Surakarta terbabarnya, tahun 1735 dibuatnya, dinamakan Nitisastra, tergubah dalam kidung, kawi yang karib kepada jarwa, lalu ditempat manusia luhur,itu kalau (boleh) mendapat perhatian.
Serat ini memiliki bagian-bagian sebagai berikut:
1.      Dhandhanggula           10 bait
2.      Sinom                          16 bait
3.      Gambuh                      10 bait
4.      Pocung                        19bait
5.      Dhandhanggula           14 bait
6.      Kinanthi                      20 bait
7.      Asmarandana              18 bait
8.      Sinom                          15 bait
9.      Juru Demung               9 bait
10.  Dhandhanggula           19 bait
Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Serat-Panitisastra/
Comments
Loading...