Serat Pakem Tarugana

0 139

Serat Pakem Tarugana

Serat Pakem Tarugana ditulis oleh Mas Ngabei Prawirosoediro dan dicetak untuk pertama kalinya pada tahun 1887. Sebelum serat Pakem Tarugana dibuat, akibat penjajahan Belanda dalam politik Tanam Paksanya, maka jenis tanaman yang dibudidayakan oleh rakyat hanya terkonsentrasi pada tanaman perkebunan yang hasilnya laku di pasaran Eropa. Dengan demikian, rakyat kebanyakan kurang berminat atau tidak berani menanam tanaman lain yang sebenarnya sangat beragam jenisnya dan juga sangat bermanfaat.

Mas Ngabei Prawirosoediro rupanya melihat kepincangan ini, sehingga tergugah untuk menulis serat Pakem Tarugana, dengan harapan bisa mewariskan cara bercocok tanam yang sudah ada sejak zaman dulu. Kebetulan niat ini didukung oleh situasi waktu itu. Sistem Tanam Paksa dihapus dan diganti dengan Politik Etis yang bertujuan memajukan kesejahteraan rakyat. Kemungkinan pemerintah Belanda mengetahui isi serat Pakem Taruguna yang seirama dengan Politik Etis, sehingga serat ini dicetak ulang pada tahun 1909 oleh Percetakan Kanjeng Gupermen di Batavia.

Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Serat Pakem Tarugana yang merupakan catatan mengenai cara-cara menanam dan mengolah tanaman agar memberikan hasil yang memuaskan masih bermanfaat, karena:

(1) dapat dipergunakan sebagai salah satu buku pegangan bagi para tenaga penyuluh pertanian;

(2) dapat dipakai langsung oleh para petani sebagai petunjuk dalam pengolahan tanah;

(3) dapat dipakai sebagai petunjuk bagi para transmigran dalam mengusahakan tanah barunya;

(4) dapat dipakai petunjuk bagi penduduk pedesaan dalam usaha industri kecil; dan

(5) dapat dipakai sebagai petunjuk bagi penduduk di desa maupun di kota dalam usaha kerajinan rumah.

Source http://uun-halimah.blogspot.co.id/ http://uun-halimah.blogspot.co.id/2008/12/serat-pakem-tarugana.html
Comments
Loading...