Serat Niticuriga

0 22

Serat Niticuriga

Berisi bermacam macam catatan tentang keris, meliputi :

  1. Daftar nama keris menurut abjad jawa, dengan penjelasan jumlah luknya, dan beberapa disertai ricikannya (h.1-9)
  2. Dftar nama keris menurut jumlah luknya, sampai luk 13 (h.9-18)
  3. Nama pamor yang terdapat pada keris dan watak serta asalnya (h. 18-23) Diambil dari Serat Primbon  Tarekat, Karangan Kyai Kasan Abutara dari Sembuyan pada tahun 1799 AJ (=1870 AD).
  4. Nama pamor dengan wataknya yang terdapat pada keris (h. 24-25), Karangan Mangunprawira dari Surakarta pada tahun 1796 AJ (=1768 AD).
  5. Makna dan arti racikan keris, menurut tafsiran Empu Supa Mandrengi (h. 25-28), dilanjutkan dengan penjelasan tentang makna dan arti dari perabot keris seperti warangka, pendhok, dll. Begitu juga makna keseluruhan keris dalam wujud utuh (h. 28-30), sebagai jawaban atas pertanyaan Sunan Kalijaga kepada empu dan mranggi (pembuat perabot keris).
  6. Makna dan arti dhapur-dhapur keris menurut ucapan sunan kalijaga, beserta penjelasannya (Jarwa) (h. 31-34)
  7. Penjelasan tentang makna filosofis dhapur keris, menurut Pangeran Karang Gayam dari Pajang (h.34-37)
  8. Petunjuk tentang penentuan hari dan pasaran untuk pemeliharaan keris (marangi dan meminyaki), menurut jenis dhapurnya.

Naskah ini diambil dari bermacam macam sumber. Beberapa diantaranya tertera tahun penulisannya, sedangkan lainnya dapat diperkirakan dari tokoh tokohnya atau jamannya, seperti Sunan Kalijaga, Empu Supa Mandrengi (Pangeran Sedayu) dan Pajang. Kolofon pada h. Ii menyebutkan penyalin, ialah Sutariptana dari Surakarta, pada tahun 1867 (1916).

Source http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/ http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1660

Leave A Reply

Your email address will not be published.