budayajawa.id

Serat Kandha

0 25

Serat Kandha

Serat kandha diciptakan pada zaman Kartasura awal, seangkatan dengan Serat Manikmaya dan Serat Ambiya. Serat Kandha menggabungkan unsur hindu, islam, dan jawa. Terdapat kisah para nabi yang dikemas ala Jawa dan Serat Kandha itulah yang selama ini populer dikalangan masyarakat Jawa, bahkan pernah juga diajarkan disebagian sekolah dasar dimasa lalu. Secara garis besar, cerita itu boleh dibilang menunjukkan kemenangan Islam dalam perkembangan dari zaman Hindu-Budha.
Dalam penjelasan J.J.Rass, Serat Kandha merupakan jenis sastra yang muncul pada zaman pesisir yakni  pada zaman antara dua kerajaan besar, Majapahit dan Mataram pada sekitar abad ke-16. Pigeaud memberikan keterangan bahwa Serat Kandha berisi tentang sejarah universal yang diciptakan oleh kebudayaan pesisir Jawa Tengah. Pada jaman pesisir inilah dikatakan bahwa kebudayaan jawa mengalami pembaruan. Serat Kandha ini diperinci lebih jelas lagi dalam Serat Kandhaning Purwa atau buku wayang purwa. Melalui nama inilah, dapat ditunjukan bentuk hubungan antara sejarah umum dengan pertunjukan wayang. Dapat dimungkinkan bahwa pengarang Serat Kandha dan dalang pertunjukan wayang menggunakan modal tradisi yang sama untuk menyinggung mengenai sejarah epik dan hal yang bersifat mitos.
Pada zaman Mataram Serat Kandha tampak lebih penting peranannya sebagai legitimasi bagi dinasti raja-raja Mataram berdasarkan atas genealogi. Di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) terdapat Serat Kandha yang bertuliskan dengan arab pegon yang berisi cerita dari mulai Nabi Adam dan keturunannya hingga cerita tentang Watugunung. Serat Kandha memuat tentang kronik sejarah, babad, maupun siklus cerita wayang yang bermula dari Nabi Adam sebagai nenek moyang dari para nabi atau dewa. Untuk mempermudah maka dilakukan pengalihan aksara kedalam bentuk macapat yang diprakarasi oleh Dr.Th.Pigeaud pada tahun 1940 yang ditulis episode per episode. Pada jilid ke-1 terdapat 34 episode cerita, jilid ke-2 sebanyak 39 lakon yakni dari episode ke-35 sampai episode ke-73.
Source http://pituturjawa.blogspot.co.id/ http://pituturjawa.blogspot.co.id/2014/06/serat-kandha-vs-serat-pustka-raja-purwa.html
Comments
Loading...