Serat Centhini, Kekayaan Khasanah Filsafat Timur yang Khas

0 103

Serat Centhini, Kekayaan Khasanah Filsafat Timur yang Khas

Serat Centhini adalah salah satu karya sastra terbesar dalam kesusastraan Jawa Baru yang kerap  disebut sebagai Ensiklopedi Budaya Jawa merupakan buku yang begitu kaya dengan perincian situasi dan peristiwa. Serat Centhini bukan sekadar kisah fiksi biasa. Ceritanya mengandung nilai-nilai filsafat yang mendalam dan bisa dikaitkan dengan kehidupan riil para pembacanya

Penulis berkebangsaan Perancis yang menuliskan kembali kisah Centhini melalui buku berjudul Centhini. Kekasih yang Tersembunyi ini mengagumi kisah Centhini dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Sebagai suatu kekayaan khasanah filsafat Timur yang khas.

Ia membandingkan pertanyaan-pertanyaan yang terkandung dalam Serat Centhini dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi inti dari filsafat Barat. Jika filsafat barat bertanya-tanya mengenai arti kehidupan, dalam Serat Centhini terdapat pertanyaan-pertanyaan lain yang lebih mendalam.

Untuk banyak hal termasuk seksualitas, Serat Centhini mempunyai maksud yang lebih dalam untuk memberikan makna yang lebih jeli. Hal ini menjadi tanggung jawab dari para pembaca untuk memahami arti yang lebih dalam dari Serat Centhini.

Ia mengangkat beberapa bagian dari kisah Centhini yang ia pandang menarik, misalnya mengenai tokoh Cebolang yang digambarkan sebagai sosok remaja nakal yang pergi mengembara untuk mencari jati diri. Kisah ini juga menyajikan pemandangan yang menarik mengenai bagaimana nilai-nilai filsafat.

Yang bernilai tinggi itu keluar dari tokoh-tokoh yang mungkin dianggap remeh atau di tempat-tempat yang dianggap kurang layak. Hal ini memberikan makna bahwa nilai-nilai filsafat bukan sekadar menjadi suatu pengetahuan yang dipelajari oleh orang-orang berilmu di universitas, tetapi untuk dihidupi di tengah-tengah masyarakat.

Source http://www.netralnews.com/ http://www.netralnews.com/news/kesra/read/31632/serat-centhini-kekayaan-khasanah-filsafat-timur-yang-khas
Comments
Loading...