Serat Arjunasasrabahu

0 12

Serat Arjunasasrabahu

Karya tulis Raden Ngabehi Sindusastra terdiri atas 6 jilid. Isi naskah itu mengambil dasar cerita dari Serat Kanda, yang sudah membaurkan cerita wayang dari Mahabarata dengan unsur-unsur keislaman. Kitab ini ditulis dalam bentuk tembang macapat, dan kadang-kadang disebut juga Kitab Lokapala atau Kitab Arjunawijaya. Serat Arjunasasrabahu ditulis pada tahun 1757 (Jawa) atau 1830 Masehi. Oleh Palmer van den Broek, kitab karya R. Ng. Sindusastra ini dimuat dalam Verhandelingen van het Bataviaasche Genootschap No. 34 Th 1870, dan dicetak ulang pada tahun 1872, 1883, dan 1886 oleh Van Dorp, Semarang. Selanjutnya Balai Pustaka Jakarta juga menerbitkan kembali buku ini pada tahun 1932.

Isi ringkas Serat Arjunasastrabahu adalah:

Perjalanan Resi Wisrawa dari Lokapala ke Alengka untuk melamar Dewi Sukesi bagi anaknya, Wisrawana atau Danaraja. Setelah menguraikan Sastra Jendra Hayuningrat, Dewi Sukesi dinikahi sendiri oleh Resi Wisrawa. Danaraja marah lalu membawa bala tentara ke Alengka, tetapi dapat dilerai. Selanjutnya, dari Dewi Sukesi, Resi Wisrawa mendapat anak Rahwana, Kumbakarta, Sarpakenaka dan Wibisana. Buku itu juga memuat riwayat Subali, Sugriwa, dan Anjani yang berubah ujud menjadi kera, setelah memperebutkan Cupu Manik Astagina. Selanjutnya diuraikan juga kisah Lembusura, dan Maesasura yang menyerang kahyangan dan dapat dikalahkan Sugriwa dan Subali. Pengabdian Sumantri pada Prabu Arjunasasrabahu dari Kerajaan Maespati, melamar Dewi Citrawati, tentang Sukrasana, perselisihan dengan Prabu Dasamuka juga dimuat dalam buku ini.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Serat-Arjunasasrabahu/
Comments
Loading...