“Sepenggal Perjalanan Hidup Ratu Stri Suhita”

0 164
Biografi

Prabu Stri Suhita adalah ratu Majapahit yang memerintah tahun 1427-1447. Menurut Pararaton, nama asli Parameswara adalah Aji Ratnapangkaja. Ibunya bernama Surawardhani alias Bhre Kahuripan, adik Wikramawardhana. Ayahnya bernama Raden Sumirat yang menjadi Bhre Pandansalas, bergelar Ranamanggala. Dalam Nagarakretagama (ditulis 1365), Surawardhani masih menjabat Bhre Pawanuhan dan belum menikah. Gelar Bhre Kahuripan saat itu masih dijabat neneknya, yaitu Tribhuwana Tunggadewi. Menurut Pararaton, sepeninggal Tribhuwana Tunggadewi dan Surawardhani, jabatan Bhre Kahuripan kemudian diwarisi Ratnapangkaja. Ratnapangkaja memiliki tiga saudara perempuan, yaitu Bhre Mataram, Bhre Lasem, dan Bhre Matahun. Ketiganya masing-masing secara unik dinikahi oleh ayah, anak, dan cucu, yaitu Wikramawardhana, Bhre Tumapel, dan Bhre Wengker. Bhre Wengker dari istri lain, memiliki putri Bhre Jagaraga dan Bhre Pajang, yang keduanya dinikahi Ratnapangkaja. Silsilah ini semakin rumit ketika Ratnapangkaja menikahi Suhita, putri Wikramawardhana.

Prabu Stri Suhita merupakan Penguasa wanita kedua dalam catatan sejarah Kerajaan Majapahit setelah Tribhuwana Tunggadewi. Prabu Stri Suhita memerintah bersama suaminya yang bernama Bhra Hyang Parameswara Ratnapangkaja. Masa pemerintahannya ditandai Kebangkitan kembali ciri lokalitas Nusantara, antara lain didirikannya berbagai tempat pemujaan dengan bangunan-bangunan yang disusun sebagai punden berundak-undak di lereng-lereng gunung salahsatunya Candi Ceta di lereng gunung Lawu.

Masa Pemerintahan

Suhita memerintah berdampingan dengan Ratnapangkaja bergelar Bhatara Parameswara. Pada tahun 1433 Suhita membalas kematian Bhre Wirabhumi dengan cara menghukum mati Raden Gajah alias Bhra Narapati. Dari berita ini terasa masuk akal kalau hubungan Bhre Wirabhumi dan Suhita adalah kakek dan cucu, meskipun tidak disebut secara tegas dalam Pararaton. Pada tahun 1437 Bhatara Parameswara Ratnapangkaja meninggal dunia. Sepuluh tahun kemudian, yaitu tahun 1447 Suhita meninggal pula. Pasangan suami istri itu dicandikan bersama di Singhajaya. Karena tidak memiliki putra mahkota, Suhita digantikan adiknya, yaitu Dyah Kertawijaya, sebagai raja selanjutnya.

Akhir Pemerintahan

Pada tahun 1437 Bhatara Parameswara Ratnapangkaja suami Suhita meninggal dunia. Sepuluh tahun kemudian, yaitu tahun 1447 Suhita meninggal. Pasangan suami istri itu dicandikan bersama di Singhajaya. Karena tidak memiliki putra Mahkota, Suhita digantikan adik bungsunya bernama Dyah Kartawijaya menjadi raja Majapahit.

Source "Sepenggal Perjalanan Hidup Ratu Stri Suhita" "Sepenggal Perjalanan Hidup Ratu Stri Suhita" "Sepenggal Perjalanan Hidup Ratu Stri Suhita"

Leave A Reply

Your email address will not be published.