Senjata Tradisional Betawi – Kerakel

0 390

Senjata Tradisional Betawi  – Kerakel

Saat ini pulau Jawa telah menjadi pulau berpenduduk paling banyak se Indonesia. Kekayaan alam dan pertumbuhan ekonomi membuat pulau Jawa semakin berkembang dari zaman dahulu. Perkembangan pulau Jawa tidak luput dari konflik sebelum dan sesudah kemerdekaan, sebelum kemerdekaan Pulau Jawa yang memiliki banyak Kerajaan dituntut untuk dapat melindungi daerahnya baik dari ancaman yang datang dari dalam maupun luar pulau Jawa. Sehingga senjata yang merupakan salah satu alat untuk pertahanan tersebut berkembang dengan pesat dipulau ini. Seperti senjata Karakel yang ada di Betawi.

Kerakel (Kerak Keling) merupakan jenis senjata pemukul yang merupakan perkembangan dari senjata rotan Ujungan. Orang Betawi Rawa Belong lebih mengenalnya dengan sebutan Blangkas. Senjata tradisional ini merupakan senjata khas dari Betawi.

Adapun ciri-ciri yang khas dari senjata yang satu ini ialah :

  1. Batang pemukul pipih memiliki panjang lebih pendek dari rotan (40-60cm)
  2. Terbuat dari hasil sisa pembakaran baja hitam (kerak keling) yang dicor
  3. Ujung gagang lancip yang difungsikan juga sebagai alat penusuk. Sehingga senjata tradisional tersebut dapat digolongkan sebagai senjata yang tajam.

Pada gagang senjata tradisional Kerakel dibuat lebih ringan dengan bahan terbuat dari timah. Oleh karena itu dapat di bawa dengan mudah.  Agar tidak licin para jawara zaman dulu melapisinya dengan kain. Sekilas bentuk Kerakel mirip dengan Kikir, sejenis perkakas yang difungsikan sebagai pengerut besi.

Perkembangannya yaitu bermula pada akhir abad 17 orang-orang peranakan Cina di luar kota memodifikasi kerakel menjadi sebuah bilah dengan dua mata tajam, di sebut Ji-Sau (Ji, berarti dua-Sau, berarti bilah). Seiring dengan perkembangan waktu, lidah masyarakat Betawi memetaforkan kata ji-sau menjadi pi-sau, walaupun pi-sau hanya bermata satu.

Source Senjata Tradisional Betawi - Kerakel tradisi tradisional
Comments
Loading...