Seni Jentreng Sumedang

0 39

Seni Jentreng adalah kesenian yang tumbuh dari kehidupan bertani masyarakat Rancakalong Kabupaten Sumedang. Seni Jentreng adalah upacara ritual yang berhubungan dengan magis religius untuk menghormati Dewi Sri. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama Kersa Nyai dengan tujuan supaya Kersa Nyai tetap tinggal dan betah di Rancakalong. Hal ini sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang menempatkan Seni Jentreng sebagai media pokok dalam penyelenggaraan upacara Nyalin atau panen padi.

Asal mula kesenian Jentreng menurut cerita yang beredar di masyarakat adalah, konon pada jaman dulu, di daerah Sunda tidak ada bibit padi. Sehingga masyarakat Sunda pada waktu itu tidak dapat mengkonsumsi beras untuk makan sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan perutnya, mereka mengganti beras dengan biji hanjeli. Masyarakat Sunda setiap selesai panen melakukan upacara ritual untuk menghormati Dewi Sri. Pada masyarakat Rancakalong, upacara itu disebut Jentreng atau Tarawangsa.

Adapun alat musik Waditra Seni Tarawangsa adalah Kecapi yang berfungsi untuk mengiringi (mirig) Rebab (Tarawangsa) yang mempunyai dua kawat yang berfungsinya kawat satu sebagai guru lagu dan kawat yang kedua untuk goong. Tarawangsa atau Jentreng biasanya dipentaskan pada acara syukuran tradisional, seperti, Ngaruat, Ngalaksa, Ngarosulkeun, Buku Taun, Panenan atau Pada acara syukuran seperti Menikahkan dan Sunatan.

Source Jentreng, Tarawangsa Dari Rancakalong Jentreng

Leave A Reply

Your email address will not be published.