Sekartaji Kembar

0 13

Sekartaji Kembar

Sekartaji Kembar merupakan sebuah drama tari topeng klasik gaya Yogyakarta yang ceritanya bersumber dari naskah lama berjudul “Kuda Narawangka” yang ditulis pada era Raja Pakubuwono II di Istana Mataram Kartosuro yang sudah di bahasa Indonesiakan pada tahun 1983. Dari naskah 110 halaman dipadatkan lagi karena digunakan sebagai lakon pertunjukan dipanggung sehingga diambil intinya saja. Inti dari Kuda Narawangka adalah malam menjelang upacara perkawinan (malam midodareni) Dewi Sekartaji tiba-tiba hilang dari kamar peraduan yang ternyata diculik oleh raksesi utusan Prabu Klana Sewandana.

  

Semua negeri Jenggala geger dan sedih setelah mengetahui ini semua. Tetapi tiba-tiba Dewi Sekartaji tidak lama muncul lagi, tetapi ada perubahan pada dirinya, dimana badannya bertambah gemuk. Hal ini disebabkan karena setelah Dewi Sekartaji diculik oleh Raksesi, Dewi Sekartaji dibawa kehutan, kemudian raksesi ini kembali ke negeri Jenggala dengan menyamar wujudnya menjadi Dewi Sekartaji, karena ternyata raksesi ini tergila-gila denga  Inu Kertapati. Dengan kedatangan Dewi Sekartaji palsu ini, maka bergembiralah seluruh negeri Jenggala tanpa meneliti lebih lanjut Dewi Sekartaji palsu ini, tanpa kecuali Inu Kertapati. Seluruh negeri berpikir Dewi Sekartaji tidak pergi terlalu lama, hanya beberapa hari hilang dan kembali lagi. Tetapi disini yang paling curiga adalah dayang-dayang istana Jenggala, karena Dewi Sekartaji sekarang berubah, dimana kegemarannya sekarang makan daging celeng, ular, kuda bahkan anjing dan sedikit-sedikit menyeringai.

Alkisah Dewi Sekartaji asli yang di culik dimasukan hutan ternyata melakukan pengembaraan juga, dia bertapa dan dapat petunjuk dari Dewata, dia dapat lagi bertemu dengan calon suaminya (Inu Kertapati) kalau dia berubah wujud menjadi laki-laki dengan nama Kuda Nawarangka serta menjadi seorang dalang dan dia harus mengabdi pada Inu Kertapati dan Dewi Sekartaji palsu di negeri Jenggala.

Kuda Nawarangka berhasil masuk di taman Jenggala memberikan hiburan kepada pengantin baru Inu Kertapati dan Dewi Sekartaji palsu. Tapi ketika memberikan hiburan, dia selalu menyindir-nyindir Dewi Sekartaji badannya gemuk, bersisik dan sebentar-bentar menyeringai serta matanya sering melotot. Merasa disindir Dewi Sekartaji palsu marah. Hiburan dalang dibubarkan. Tapi ternyata Inu Kertapati ada perasaan aneh, ketika melihat Kuda Nawarangka mulai dari wajah, badan, dimana jauh dari lubuk hatinya berdebar-debar dan ada perasaan yang susah diungkapkan.

Dewi Sekartaji palsu langsung melabrak Kuda Nawarangka dan disinilah kemudian Kuda Nawarangka berubah menjadi Dewi Sekartaji asli. Tetapi Inu Kertapati masih terheran-heran dengan perubahan Kuda Nawarangka menjadi Dewi Sekartaji asli. Terus ini yang asli mana? Tetapi disini akhirnya diketahui siapa yang asli dan palsu, di panahlah Dewi Sekartaji palsu oleh Gunungsari dan wujud Dewi Sekartaji palsu berubah menjadi Raksesi yang asli dan Inu Kertapati akhirnya bertemu kembali dengan istrinya Dewi Sekartaji asli.

Sejarah tari topeng di Yogyakarta sejak jaman Demak, Pajang sampai Mataram sampai abad 20, 21 awal telah dipelihara oleh seniman pedalangan dan itu dipercaya sebagai kreasi kanjeng Sunan kalijogo, tapi di Istana kasultanan ketika Panembahan Senopati, tari topeng ini tidak boleh di tarikan di istana, karena menganut kerajaan Islam pertama, bahkan wayang beber pun juga tidak boleh.

Akhirnya wayang topeng ini dipelihara dan dikembangkan oleh seniman-seniman Pedalangan. Ketika mereka punya hajat pasti siangnya ada wayang topeng ditampilkan, malamnya baru pertunjukan wayang kulit. Keadaan ini berlangsung di Yogyakarta dan Klaten. Mulai tahu 1923 para tokoh Nasional Indonesia tertarik dengan wayang topeng ini, yang mana mereka dipentaskan di kediaman Ki Hajar Dewantoro dan lakonnya pun Kuda Narawangka.

Pada tahun 1935, Gusti Pangeran Tejokusumo salah satu pendiri Krida Bekso Wiromo (KBW), tertarik dengan Wayang Topeng ini, beliau memanggil para seniman dalang untuk pentas tari topeng, tapi selain itu beliau juga memanggil para guru-guru tari di KBW diminta mengamati, dan mengembangkan tapi dengan cita rasa klasik gaya Yogyakarta. Maka kemudian muncul tari topeng klasik gaya Yogyakarta dan tari topeng gaya Pedalangan dan sampai sekarang kedua-duanya ini masih hidup.

Gerak dalam drama tari topeng Sekartaji Kembar menggunakan gerak-gerak yang merupakan ciri khas gerak tari topeng seperti obah lambung, tendang wiron, gerak muka topeng yang selalu bergerak tanpa henti. Inti dari gerak topeng adalah gregel, mirogo (banyak gerak), karena sebenarnya wajah yang ditutupi itu juga sangat mengganggu keseimbangan, tapi semua ini dalam bentuk tarian haruslah bagus, maka improvisasi penari topeng harus bagus dan kreatif.

Sedang pola lantainya menggunakan konvensional dan menyesuaikan panggung. Busana yang dikenakan dalam Sekartaji Kembar masih menggunakan busana tradisonal dengan ciri khas tutup kepala cerita Panji yang disebut dengan tekes, baik penari pria maupun wanitanya, seperti pada tari karonsih yang selalu menggunakan tekes karena tari karonsih memetik dari cerita Panji.

Irama gendhing dalam Tari Sekartaji Kembar ini menggunakan gendhing-gendhing lama, seperti mijil, playon, ayak-ayak tetapi disusun kembali secara padat tidak berhenti, sesuai dengan lakon drama tarinya, ada juga gendhing garapan yang diciptakan oleh Sumaryono sendiri, seperti playon gedog dimana dinamikanya pas sekali untuk tarian ini. Disini yang paling dominan adalah kendang, karena hidup matinya tari topeng berpangku pada tabuhan kendangnya.

Sebuah cerita Panji yang asli dari tanah Jawa yang sangat esksotik yang dapat berdampingan dengan cerita Ramayana dan Mahabarata yang sudah lama dikenal oleh masyarakat luas. Perlu adanya pengembangan dan pelestarian secara langsung terutama generasi millenia sebagai generasi penerus. Makna dalam cerita Panji yang penuh dengan pengembaraan, penyamaran dan percintaan merupakan wujud hidup manusia yang harus selalu dimaknai dengan bimbingan Yang Maha Kuasa.

Source https://myimage.id https://myimage.id/sekartaji-kembar/

Leave A Reply

Your email address will not be published.