Sejarah Tradisi Lomban Jepara

0 226

Sejarah Tradisi Lomban Jepara

Sumber literatur yang diperoleh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara menyebut, tradisi lomban telah berlangsung pada paruh kedua abad XIX. Hal ini sesuai dengan tulisan pada majalah bertajuk Slompret Melayu yang terbit pada 12 dan 17 Agustus 1893. 

Adapun tradisi larung kepala kerbau dimulai sekitar tahun 1920, saat Kelurahan Ujung Batu dikepalai oleh Haji Sidik. Pada masa itu, sebelum tumbal kepala kerbau dilarung, akan didoakan oleh pemuka agama setempat. Lantas, para nelayan akan mengangkat sesaji tersebut keatas kapal dan diantar ke tengah laut, menuju Teluk Jepara. 

Di tengah laut, sesaji itu akan dilempar dan diperebutkan oleh para nelayan. Sesuai kepercayaan, mereka yang berhasil mendapatkan kepala kerbau tersebut akan mendapatkan kemudahan rezeki dari Tuhan.  Dulu pada tahun 1970an, partisipasi nelayan sangat tinggi. Hal itu karena, semua persiapan, dari akhir hingga selesai dilakukan oleh mereka. Namun sekarang nelayan hanya sebagai penonton saja. Keterlibatan nelayan dalam proses persiapan menurun. 

Hingga kini masyarakat nelayan masih percaya ketika mengikuti lomban akan mendapatkan kelimpahan rezeki. Harapannya kedepan keterlibatan nelayan bisa lebih ditingkatkan. Kini tradisi lomban di Jepara tak hanya dinikmati warga Kelurahan Ujung Batu saja. Event tersebut, saat ini menjadi daya tarik wisata yang digarap secara serius oleh Pemda Jepara.

Source http://www.murianews.com/ http://www.murianews.com/2017/07/02/119787/ini-dia-sejarah-tradisi-lomban-jepara-yang-wajib-kamu-tahu.html
Comments
Loading...