Sejarah Tari Singo Ulung Bondowoso

0 52

Sejarah Tari Singo Ulung

Menurut sumber sejarah yang ada, Tari Singo Ulung diciptakan oleh Kiai Singo Wulu, yaitu seorang tokoh masyarakat dan pendiri desa Blimbing, daerah Bondowoso. Tari Singo Ulung ini terinspirasi dari sejarah berdirinya desa Blimbing. Menurut cerita sejarah yang berkembang di masyarakat, awalnya Kiai Singo Wulu merupakan seorang pendatang dan pendakwah dari daerah lain. Dalam perjalanannya dia berhenti di sebuah hutan dan berteduh di bawah pohon belimbing. Kedatangan Kiai Singo Wulu tersebut ternyata membuat murka penguasa hutan disana yang bernama Jasiman, dan terjadilah perkelahian antara keduanya.

Dalam perkelahian itu mereka sama sama menggunakan kayu rotan yang ada di hutan tersebut sebagai senjata mereka. Dengan kesaktiannya, Kiai Singo Wulu kemudian berubah wujud menjadi harimau putih. Hingga akhirnya Jasiman tidak mampu melawan dan menyerah. Dalam percakapan setelah pertarungan tersebut, kemudian Jasiman menyadari bahwa ternyata mereka berasal dari perguruan yang sama. Setelah mengenal Kiai Singo Wulu lebih jauh, kemudian Jasiman pun merasa kagum dengan kehebatan dan sifatnya yang sederhana. Hal tersebut kemudian membuat Jasiman sadar dan masuk Agama Islam. Karena kekaguman itu juga yang membuat Jasiman ingin menikahkannya dengan adiknya.

Tidak hanya sampai disitu, mereka bertiga kemudian memutuskan untuk membangun sebuah desa di daerah hutan tersebut dan beri nama desa Blimbing, yang menjadi tempat awal pertemuan mereka. bersama dengan masyarakat yang ada, mereka membangun sebuah desa yang makmur dan sejahtera. Atas jasanya tersebut, kemudian masyarakat disana mengangkat Kiai Singo Wulu sebagai kepala desa pertama di desa Blimbing. Untuk mengenang awal berdirinya desa itu kemudian dibuatlah suatu kesenian yang menggambarkan awal berdirinya desa tersebut, dan jadilah Tari Singo Ulung yang masih secara rutin dipertunjukan setiap tahunnya hingga sekarang di Bondowoso.

Source http://www.negerikuindonesia.com http://www.negerikuindonesia.com/2015/08/tari-singo-ulung-kesenian-tradisional.html
Comments
Loading...