Sejarah Tari Bengberokan

0 134

Sejarah Tari Bengberokan

Tarian bengberokan adalah kesenian penolak bala yang hampir mirip dengan kesenian barongsai dari Tiongkok. Pada awalnya tari ini dilakukan sebagai bagian dari upacara ruwatan dalam menanggulangi pageblug (epidemi penyakit), menempati rumah baru, dll. Namun, saat ini pertunjukan burokan lebih banyak dipakai dalam memeriahkan pesta khitanan atau perkawinan. Selain itu tari Bengberokan dimainkan juga pada upacara Ngunjung Buyut, yaitu upacara untuk menghormati arwah leluhur di pekuburan desa-desa tertentu.

Sejarah

Ada dua riwayat yang menceritakan sejarah bengberokan ini yaitu :

  1. Menurut tuturan riwayat yang diwariskan secara turun-temurun di kalangan senimannya, bengberokan merupakan warisan Pangeran Korowelang atau Pangeran Mina, seorang penguasa laut Jawa di wilayah Cirebon dan Indramayu.
  1. Tuturan yang juga diwariskan di kalangan seniman berokan, bahwa berokan merupakan kreasi Mbah Kuwu Pangeran Cakrabuana, ketika menyebarkan syiar Islam ke wilayah Galuh. Beliau menggunakan pertunjukan sebagai media syiar agama agar mudah diterima lingkungan budaya pada saat itu.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa kata berokan berasal dari kata “barokahan” (keselamatan). Namun nampaknya keterangan tersebut hanya sebuah kirata (bahasa Sunda, yang artinya dikira-kira namun tampak nyata), sebuah gejala yang umum terjadi di dalam penamaan jenis seni rakyat.

Source http://dunia-kesenian.blogspot.com/ http://dunia-kesenian.blogspot.com/2014/09/tari-berokan-tarian-daerah-cirebon-indramayu.html
Comments
Loading...