Sejarah Sya’banan: Tradisi Budaya Islam Di Krapyak Pekalongan Yang Masih Dijalankan Hingga Kini

0 33

Sya’banan: Tradisi Budaya Islam Di Krapyak Pekalongan Yang Masih Dijalankan Hingga Kini

Ada tiga tradisi keagamaan yang masih terus dilestarikan sebagai bagian dari sejarah perkembangan budaya islam di Kota Pekalongan terutama di Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara. Tiga tradisi tersebut sampai sekarang masih bisa dinikmati, itu semua terjadi dalam satu tahun kalender.

Yang pertama Sya’banan. Bagi warga Krapyak, Sya’banan memiliki arti penting bagi kehidupan beragama masyarakat setempat. Karena tradisi Sya’banan tak lepas dari peran ulama besar Syech Muhyidin Bin Yahya, Seorang saudagar kaya pendatang dari luar Krapyak.


Seperti dituturkan KH Zaenudin Ismail, ulama kharismatik Krapyak menyampaikan bahwa di masa lalu, pantai Pekalongan merupakan pelabuhan yang ramai dan banyak disinggahi oleh para saudagar dari penjuru nusantara. Sebutan Sya’banan pertama kali dikenalkan oleh Syech Muhyidin Bin yahya di tahun 1800-an. Sya’banan berasal dari kata Sya’ban salah satu bulan dalam kalender islam. Sya’banan sendiri berlangsung menjelang Hari Raya Idul Fitri tepatnya di pertengahan bulan Sya’ban.

Selain sebagai saudagar, Syech Muhyidin Bin Yahya dikenal juga sebagai ahli fiqih dan sangat alim. Beliau masih keturunan Sunan Muria, sanaknya bila dilacak dari silsilah masih menyambung ke Sunan Muria. Menurut KH Zaenudin Ismail, Syech Muhyidin Bin Yahya semasa hidupnya sangat dikenal sebagai ahli pengobatan islami. Dan beliau di Krapyak dikenal Sebutan Mbah Wahyah karena sak wayah-wayah (setiap saat) melayani masyarakat yang membutuhkan jasanya atau keahlianya.

Dari Mbah Wahyah inilah masyarakat Krapyak mengenal Sya’banan. Karena sangat pentingnya Sya’banan, Masyarakat Krapyak senantiasa melestarikan tradisi tersebut. Sebab di bulan sya’ban, 300 pintu rahmat dibuka. Malam itu, pintu ampunan dibuka kecuali 3 perkara. Orang Musyrik, syirik dan orang yang memutuskan tali silaturahmi.

Source https://www.pekalongan-news.com/ https://www.pekalongan-news.com/2016/07/ini-dia-tiga-tradisi-budaya-islam-di.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.