Sejarah Permainan Engklek di Jawa Timur

0 587

Sejarah Permainan Engklek

Permainan anak tradisional yang populer di Indonesia, khususnya di masyarakat pedesaan mengenal permainan tradisional Engklek. Yang di kenal dengan sebutan éngklék, téklék, ingkling, sundamanda atau sundah-mandah, jlong jling, lempeng, pacih, Jangkar Bumi, atau dampu

Sedangkan untuk nama-nama untuk permainan Engklek  atau dalam bahasa Inggris ”Hopscotch”, antara lain Engklek (Jawa ), Asinan, Gala Asin (Kalimantan),  Intingan (Sampit),   Tengge-tengge (Gorontalo),  Cak Lingking (Bangka), Dengkleng, Teprok   (Bali),  Gili-gili (Merauke),  Deprok (Betawi),   Gedrik (Banyuwangi),  Bak-baan, engkle (Lamongan),  Bendang (Lumajang), Engkleng (Pacitan), Sonda (Mojokerto), Tepok Gunung (Jawa Barat), dan masih banyak lagi nama yang lain.

Di Jawa, permainan ini disebut engklek biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan. Permainan yang serupa dengan peraturan berbeda di Britania Raya disebut dengan hopscotch. Permainan hopscotch tersebut diduga sangat tua dan dimulai dari zaman Kekaisaran Romawi.

Permainan tradisional ini berasal dari Hindustan. Lalu engklek ini diperkenalkan ke Indonesia. Oleh karena itu, hampir engklek dikenal di setiap Provinsi di Indonesia walaupun dengan nama yang berbeda Hal tersebut menurut Dr. Smpuck Hur Gronje.

Permainan Engklek ini menyebar pada zaman kolonial Belanda dengan latar belakang cerita perebutan petak sawah. Yang diduga bahwa nama permainan ini berasal dari “zondag-maandag” yang berasal dari Belanda yang berarti Sunday manday dan menyebar ke nusantara pada zaman kolonial, walaupun dugaan tersebut adalah pendapat sementara. Sehingga banyak pendapat mengenai permainan ini intinya permainan tradisional tersebut sangat terkenal di daerah ini dan sudah di kenal secara luas oleh anak-anak khususnya di Jawa.

Source Sejarah Permainan Engklek Di Jawa Timur referensi perlombaan hut ri
Comments
Loading...