Sejarah Perkembangan Kesenian Ubrug Banten Pada Zaman Pra Dan Pasca Kemerdekaan

0 180

Istilah ubrug diambil dari bahasa Sunda yaitu saubrug-ubrug yang artinya bercampur baur. Dalam pelaksanannya, kesenian ubrug ini kegiatannya memang bercampur yaitu antara pemain atau pelaku dengan nayaga yang berada dalam satu tempat atau arena. Untuk memberikan keterangan mengenai sejarah pertunjukan ubrug (topeng), perlu penggambaran periodesasi untuk mempermudah menulusuri sumber-sumber yang diperoleh dari zaman-ke zaman. Berikut ini sejarah pertunjukan ubrug dari zaman pra dan pasca kemerdekaan.

Ubrug Zaman Pra dan Pasca Kemerdekaan
Sejarah secara tradisional dianggap sebagai cerita atau catatan yang obyektif mengenai masa lalu. Akan tetapi, kita mulai menyadari bahwa sejarah tidak lepas dari bias-bias. Kesadaran seperti itu ditangkap dalam New Historicism, sebuah teori sejarah dengan pandangan kultural. New Historicism menganggap bahwa sejarah itu subyektif, dan sejarah adalah interpretasi masa lalu, bukan masa lalu itu sendiri (lihat Basuki:2003).
Dari berbagai tempat yang dikujungi tidak banyak informasi tentang sejarah ubrug itu sendiri, bahkan tahun didirikannya pun masih meraba-raba dengan menyebutkan kejadian yang pernah terjadi pada saat itu. Sehingga beberapa asumsi muncul untuk mengetahui tahun berdiri komunitas tersebut. Namun demikian dari data-data lisan yang didapat kiranya dapat memberikan gambaran mengenai asal-usul kesenian tradisional khususnya ubrug atau lebih dikenal oleh para pelaku dengan sebutan topeng.
Historis Ubrug pada zaman-zaman tersebut di atas, adalah periode yang paling gelap secara tertulis yang mendeskripsikan pementasan ubrug. Penelitpun diharuskan banyak terjun langsung ke grup-grup ubrug terkini untuk menelusuri mata rantai yang terputus, alhasil banyak informasi berserakan di tengah masyarakat. Informasi itu pun hampir seluruhnya lisan.
Kondisi ini pun ditemui ketika peneliti mengunjungi kelompok Cantel dan Tolay, hanya sedikit informasi yang didapat mengenai keberadaan Ubrug di masa lalu. Menurut Sarmani dari grup Cantel yang sudah malang-melintang di dunia Ubrug dan Jaipongan sejak tahun 60-an, sejarah munculnya grup Ubrug hanya bias dipindai mulai dari munculnya grup Ubrug Ican, Sani, Jambul, Ibo, sekitar tahun 1950-an.
Kelompok Ican, Sani, Jambul, dan Ibo ini diprediksikan aktif pada tahun 1900-1935. Sementara kelompok yang Sarmani ketahui pementasannya antara lain kelompok Ponah, Entus, Sendok, Kasmadi, Abe dan Awang. Dia juga memperkirakan bahwasanya Ubrug sudah ada sejak zaman kesultanan, tapi tidak mengetahui bentuknya secara rinci, yang beliau ingat hanya satu kelompok ubrug Ponah yang ada sekitar tahun sebelum kemerdekaan sampai tahun 50-an.
Dari kelompok Ponah inilah banyak banyak berlahiran kelompok ubrug yang ternama, sezaman dengan grup Ponah (Koper Balaraja Kabupaten Tangerang) adalah grup Ribut (Pengawinan Kecamatan Bandung Kabupaten Serang), grup Ranti (Puser Tirtayasa Kabupaten Serang), dan grup Sinar Muda, (Oyong Keresek Tangerang). Generasi berikutnya adalah groip Jari, Senaan, Termos dan lain-lain.
Source http://wisata-indonesia-elipl.blogspot.co.id/ http://wisata-indonesia-elipl.blogspot.co.id/2016/02/ubrug-teater-rakyat-banten.html
Comments
Loading...