Sejarah Penanggalan Jawa

0 297

Sejarah Penanggalan Jawa

Di pulau Jawa pernah berlaku sistem penanggalan hindu, yang dikenal dengan penanggalan “saka”. Saka yakni sistem penanggalan yang didasarkan pada peredaran matahari mengelilingi bumi. Permulaan tahun Saka ini adalah bertepatan dengan hari sabtu tanggal 14 Maret 1978 M. Yaitu satu tahun setelah penobatan Prabu Syaliwahono (Aji Soko) sebagai raja India.

Oleh sebab itu penanggalan ini dikenal sebagai penanggalan Soko atau Saka. Selain penanggalan tersebut di pulau Jawa pernah berlaku sistem penanggalan Islam atau Hijriyah yang perhitungannya berdasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi. Kemudian kedua sistem tersebut nantinya dikombinasi menjadi sebuah sistem baru, yaitu sistem penanggalan Jawa.

Pada tahun 1625 Masehi, Sri Sultan Muhammad yang terkenal dengan nama Sultan Agung. Anyokrokusumo berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa di wilayah kerajaan Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka.

Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

Dekrit Sultan Agung tersebut berlaku di seluruh wilayah kerajaan Mataram II, yaitu seluruh pulau Jawa dan Madura kecuali BantenBatavia dan Banyuwangi. Ketiga daerah terakhir ini tidak termasuk wilayah kekuasaan Sultan Agung.

Namun menurut Prof. Dr. MC Riclefs, dalam artikelnya “Pengaruh Islam Terhadap Budaya Jawa Terutama pada Abad XIX”, upaya percampuran itu terjadi upaya percampuran itu terjadi pada tahun 1633 M. Riclefs mengisahkan bahwa pada tahun 1633 M, Sultan Agung beziarah ke makam Sunan Bayat di Tembayat.

Disebutkan dalam Babad Nitik, Sultan Agung diterima oleh arwah Sunan Bayat. Sultan Agung yang masih berada di makam tersebut diperintahkan untuk mengganti kalender Saka yang notabene adalah kalender Hindu menjadi kalender Jawa.

Kemudian kalender tersebut diubah sistemnya mengikuti aturan kamariah yang berisi bulan-bulan Islam. Maka sejak saat itu terciptalah kalender baru yang unik, yaitu kalender Jawa-Islam. Perubahan kalender di Jawa itu dimulai pada hari Jumat Legi. Tanggal 1 Sura tahun Alip 1555 Saka bertepatan dengan tanggal 1 Muharram tahun 1043 H, atau tanggal 8 Juli 1633 M.

Source http://syauqingisab.blogspot.com/ http://syauqingisab.blogspot.com/2011/12/sistem-penanggalan-jawa.html
Comments
Loading...