Sejarah Padusan, Tradisi Mandi Menjelang Ramadhan Di Jawa

0 63

Sejarah Padusan, Tradisi Mandi Menjelang Ramadhan Di Jawa

Penyambutan Bulan Suci Ramadhan, umat Islam di Nusantara memiliki beraneka ragam cara dan tradisi. Khususnya bagi masyarakat Jawa dalam berbagai kesempatan pengajian di bulan Rajab. Para kiai, ulama dan ustadz sudah mewanti-wanti dengan wasiat bahwa Rajab adalah bulannya Allah. Ruwah atau Sya’ban adalah bulannya Rasul.

Ramadhan merupakan bulannya ummat Islam. Maka tradisi mengajarkan mulai bulan Rajab itulah ummat Islam harus sudah ancang-ancang mempersiapkan diri akan datangnya bulan yang memiliki malam yang melebihi kemuliaan seribu bulan.

Pada bulan Rajab diperingati peristiwa Isra’ Mi’raj, maka di bulan Ruwah umat Islam mengamalkan ajaran birul walidain atau memuliakan dan berbakti kepada orang tua. Wabil khusus kepada ruh orang tua yang telah meninggal.

Dengan cara mengirimkan doa dan memohonkan ampunan dalam serangkaian acara sadranan atau nyadran. Hal ini dimaksudkan agar pada saatnya Bulan Suci Ramadhan tiba, ummat Islam sudah siap lahir dan batin untuk memaksimalkan amalan ibadah dan meraih keutamaan-keutamaan hikmah bulan Ramadhan.

Karena bulan Ramadhan merupakan bulan suci dan bulan yang sangat istimewa. Maka sebagai pintu gerbang untuk memulai serangkaian ibadah Ramadhan, manusia harus mensucikan diri, baik jasmani maupun rohani. Inilah mengapa tradisi ‘PADUSAN’ hadir di tengah masyarakat.

Padusan berasal dari kata dasar adus, yang berarti mandi. Padusan dalam hal ini bermakna proses aktivitas mandi. Dalam pengertian budaya, padusan merupakan tradisi masyarakat untuk membersihkan diri atau mandi besar dengan maksud mensucikan raga dan jiwa dalam rangka menyambut datangnya hari ataupun bulan istimewa.

Source https://www.cendananews.com/ https://www.cendananews.com/2015/06/padusan-tradisi-mandi-menjelang-ramadhan-di-jawa.html
Comments
Loading...