Sejarah Kota Tuban, Jawa Timur

0 184

Sejarah Kota Tuban, Jawa Timur

Tuban adalah salah satu kota lama yang telah ada sejak masa pemerintahan kerajaan Kahuripan, Singasari, Majapahit, Demak, Mataram bintoro sampai sekarang. Kabupaten Tuban dahulu di kenal dengan sebutan kambang putih sebagaimana yang tertera dalam prasasti kambang putih yang ditemukan di wilayah Tuban. Prasati kambang putih merupakan sumber tertulis yang intinya Raja Sri Mapanji Garasakan berkenan memberikan hadiah sima kepada kampong kambang putih. Sedangkan menurut Soeparmo 1971 Tuban berasal dari singkatan kata metu banyu (bahasa jawa), yaitu nama yang diberikan oleh Raden Aryo Dandang Wacana (seorang bupati) pada saat pembukaan hutan papringan yang secara tidak terduga keluar sumber air. Sumber air ini sangat sejuk dan meskipun terletak di tepi pantai utara pulau jawa, mata air ini tidak beragam, tidak seperti kota pantai lainya. Di bagian utara kota Tuban merupakan daerah pantai dan bagian selatan merupakan daerah lembah sungai Bengawan Solo. Di antara kedua tempat tersebut terdapat daerah perbukitan kapur. Di daerah perbukitan ini banyak terdapat gua-gua misalnya, Goa ngerong yang berada di kecamatan Rengel.

Teluk Tuban mempunyai kedalaman yang ideal bagi perahu-perahu besar. Sehingga sangat aman dan baik untuk transportasi laut. selain itu juga cukup luas sehingga dapat menampung perahu besar maupun kecil dalam jumlah banyak. Pada abad ke-16 Tuban juga dikenal sebagai salah satu pusat industri kapal (kayu) untuk keperluan militer di Asia tenggara (Sedyawati 1985 dalam Sedyawati dkk 1992)

Masyarakat Tuban tidak bisa dipisahkan dari legenda Ronggolawe dan Brandal Lokajaya. Legenda itu begitu kental dan bernilai sejarah sehingga sedikit banyak mewarnai pembentukan sistem nilai pribadi dan sosial. Menurut Kidung Ronggolawe, tindakan ngraman (berontak) Ronggolawe di lancarkan setelah tuntutanya agar pengakuan Empu Nambi sebagai patih Amangkubumi Majapahit dianulir. Radupaksa politik yang menuntut pararaton terjadi pada tahun 1295 itu berakhir tragis. Raja Kertaradja Jayawardhana menolak tuntutan Ronggolawe tersebut. Pasukan dikirim untuk menyerang Ronggolawe tersebut.Akhirnya Ronggolawe diperdayai untuk duel di sungai Tambak Beras. Dia pun tewas secara mengenaskan oleh Mahisa Anabrang. Bagi masyarakat Tuban, Ronggolawe bukanlah pemberontak, tetapi pahlawan kwadilan. Sikapnya memprotes pengangkatan Nambi, karena Nambi kurang tepat memangku jabatan tinggi itu. Nambi tidak begitu besar jasanya terhadap majapahit.

Source http://tarunakompetisi14.blogspot.co.id/ http://tarunakompetisi14.blogspot.co.id/2017/05/sejarah-kota-tuban.html
Comments
Loading...