Sejarah Kesenian Kobro Siswo Di Temanggung

0 49

Sejarah Kesenian Kobro Siswo Di Temanggung

Kubro Siswo berasal dari daerah sekitar candi Mendut. Sejak tahun 1965 kesenian ini sudah ada di daerah Borobudur dan sekitarnya. Kapan dan dimana tepatnya diciptakan belum ada keterangan yang pasti. Kubro Siswo juga sering dikaitkan dengan Ki Garang Serang, prajurit.

Pangeran Diponegoro yang mengembara di daerah Pegunungan Menoreh untuk menyebarkan Agama Islam. Dalam pengembaraannya, beliau memasuki hutan lebat yang masih banyak di huni oleh binatang buas. Ketika hutan itu dibakar, terjadilah pertentangan antara Ki Garang Serang dengan sekelompok binatang buas.

Karena kesaktiannya, maka para binatang buas dapat tunduk dan mengikuti perintah beliau. Selain menyebarkan Agama Islam, beliau juga berjuang mengusir penjajah. Tidak heran jika irama gerak dalam Kubro Siswo bercirikan tarian prajurit yang ritmis dan padu dengan musik yang menggugah semangat. “roh” Kubro Siswo yang bersifat spiritual, enerjik dan genit.

Ada pula yang menyampaikan bahwa, dahulunya kesenian ini banyak didominasi oleh kaum muda yang berawal sekitar tahun 1940 ketika penjajah Belanda mau menjajah kembali bangsa Indonesia. Mereka menggunakan kostum tentara Belanda untuk menghindari kecurigaan mereka selama kesenian ini berkembang.

Kesenian kubro siswo umumnya dipentaskan pada malam hari dengan durasi kurang lebih 5 jam dan ditampilkan secara massal sekitar 15 sampai 20 orang, dengan musik pengiring mirip dengan lagu perjuangan dan qasidah, yang liriknya telah diubah sesuai misi Islam.

Karena misi dari berdirinya kesenian ini untuk mempersatukan masyarakat pada waktu itu untuk melawan penjajahan maka dalam nyanyian-nyanyian kubro siswo disisipi lagu-lagu perjuangan. Kesenian tersebut diiringi dengan bedug, kendang, seruling, 3 bendhe, kecer, dan 2 vokal.

Source http://temanggung.dosen.unimus.ac.id/ http://temanggung.dosen.unimus.ac.id/perpustakaan/kubro-siswo/

Leave A Reply

Your email address will not be published.