Sejarah Kesenian Jathilan Gunungkidul: Versi Kerajaan Mataram

0 30

Sejarah Kesenian Jathilan Gunungkidul: Versi Kerajaan Mataram

Jathilan adalah kesenian yang telah lama dikenal oleh masyarakat Yogyakarta dan juga sebagian Jawa Tengah. Jathilan juga dikenal dengan nama kuda lumping, kuda kepang, ataupun jaran kepang.  Di Gunungkidul sendiri juga terdapat beberapa grup kesenian Jathilan. Tersemat kata “kuda” karena kesenian yang merupakan perpaduan antara seni tari dengan magis ini dimainkan dengan menggunakan properti berupa kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu (kepang).

Dilihat dari asal katanya, jathilan berasal dari kalimat berbahasa Jawa “jaranne jan thil-thilan tenan,” yang jika dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “kudanya benar-benar joget tak beraturan.” Joget beraturan (thil-thilan) ini memang bisa dilihat pada kesenian jathilan utamanya ketika para penari telah kerasukan.Jathilan biasanya dipentaskan ketika seseorang memiliki hajatan, atau bisa juga dipentakan ketika acara bersih dusun atau Rasulan di Gunungkidul. Berikut sejarah Jathilan dari berbagai versi.

Versi Kerajaan Mataram :

Versi ini menyebutkan bahwa tarian jathilan ini mengisahkan tentang prajurit Mataram yang sedang mengadakan latihan perang (gladhen) dibawah pimpinan Sultan Hamengku Buwono I, guna mengadapi pasukan Belanda.

Source http://www.gedangsari.com/ http://www.gedangsari.com/filosofi-kesenian-jathilan-di-gunungkidul-yang-mengandung-sejarah.html
Comments
Loading...