budayajawa.id

Sejarah Kampung Adat Mahmud, dari Jawa Barat

0 7

Berbicara tentang Kampung Mahmud, sejarah, serta peranannya di masa lalu tidak dapat lepas dari nama besar Eyang Dalem Abdul Manaf. Penduduk menyebutnya sebagai waliyullah. Beliau adalah putra dari Eyang Dalem Nayaderga (dimakamkan di Sentak Dulang, Ujungberung) dan merupakan keturunan ketujuh dari Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

Menurut cerita, Eyang Dalem Abdul Manaf adalah penyebar Islam pertama di kawasan Bandung (Priangan). Beliau pernah singgah di Kampung Mahmud di Mekkah, dan dari sana membawa sekepal tanah yang kemudian ditebarnya di daerah rawa-rawa pinggiran Sungai Citarum yang kelak menjadi Kampung Mahmud. Lokasi ini dipilih karena letaknya yang terpencil dan agak tersembunyi. Konon lokasi seperti ini sangat cocok sebagai pusat perjuangan dalam menyebarkan Islam.

Satu sumber lain, H. Deden Abdullah Natapraja dari Cigondewah, yang ditemui saat berziarah di salah satu makam, mengatakan kalau asal muasal nama Kampung Mahmud adalah dari kata mahmudah atau “akhlakul mahmudah” yang berarti akhlak yang terpuji. Hal tersebut muncul karena sikap dan perilaku masyarakat kampung yang terpuji, karena mereka jujur, rajin beribadah, dan amanah.

Di kampung inilah Eyang Dalem Abdul Manaf merintis penyebaran ajaran Islam. Dalam perjuangannya beliau didampingi dua orang murid yang patuh terhadap ajaran agama, Eyang Agung Zainal Arif dan Eyang Abdullah Gedug.

Eyang Agung Zainal Arif adalah putra dari Eyang Asmadin, dan keturunan keempat Syeikh Abdul Muhyi dari Pamijahan, Karang Nunggal, Tasikmalaya. Dalam menjalankan tugasnya, beliau diberi perintah oleh Eyang Dalem Abdul Manaf untuk bertapa di 33 gunung di sekitar Kampung Mahmud selama 33 tahun, dan selanjutnya bersama-sama menyebarkan agama Islam di Jawa Barat. Sementara Eyang Abdullah Gedug adalah murid yang dididik secara langsung oleh Eyang Dalem Abdul Manaf. Dari ketiga orang tersebut, ajaran Islam meluas di wilayah Bandung.

Source http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/12/kampung-adat-mahmud-pusat-penyebaran-islam-di-bandung http://nationalgeographic.co.id
Comments
Loading...