Sejarah Kampung Adat Cikondang Desa Lamajang

0 999

Sejarah dari Kampung Adat Cikondang sendiri berdasarkan informasi dari sang penjaga kampung adat yaitu Kuncennya, konon diambil dari nama sebuah mata air ( seke bahasa Sunda ) yang ditumbuhi pohon besar Kondang.

Nah oleh karena alasan itulah nama tempat ini populer dengan sebutan kampung Cikondang, dimana suku kata “Ci” diambil dari kata “cai” atau air dalam bahasa indonesia dan “kondang” dari nama pohonnya.

Masih menurut keterangan sang kuncen Kampung Adat Cikondang, tidak ada seorang pun hingga saat yang bisa menjelaskan secara tepat, kapan dan siapa yang pertama kali mulai membangun salah satu Desa Wisata di Bandung ini.

Namun jika mengacu kepada keyakinan yang berkembang di masyarakatnya sendiri, mereka meyakini bahwa orang tua leluhur mereka adalah seorang wali Alloh yang menyebarkan ajaran agama islam di daerah tersebut.

Dan masyarakat menyebutkan bahwa orang yang pertama kali membangun Kampung Cikondang ini adalah leluhur mereka yang dikenal dengan sebutan Uyut Pameget dan Uyut Istri. Dan di tempat ini pulalah masyarakat sekitar percaya bahwa kedua eyang ini mengakhiri hidupnya dengan tidak meninggalkan jejak alias “Tilem“.

Sementara untuk waktu mulai kapan perkampungan cagar budaya di bandung jawa barat ini mulai ada, berdasarkan penuturan tokoh masyarakat adat Kampung Cikondang, bahwa bumi adat ini sudah berusia tidak kurang dari 200 tahun lamanya.

Dengan demikian, waktu datang pertama kali leluhur eyang pemeget dan eyang istri di sini diperkirakan terjadi di awal abad ke 19, atau sekitar tahun 1.800 masehi.

Saat ini kepercayaan masyarakat Kampung Adat Cikondang sendiri adalah beragama islam, namun di dalam kehidupan sehari-harinya masih tetap mempercayai kehadiran roh-roh leluhur mereka. Mereka sangat mempercayai bahwa peran dari para leluhurlah yang selama ini melindungi mereka dari segala persoalan serta marabahaya yang akan menimpa mereka.

Source https://tempatwisatadibandung.info/kampung-adat-cikondang-pangalengan-bandung/ https://tempatwisatadibandung.info
Comments
Loading...