Sejarah Jawa : Tanah Mengambang Balaikambang

0 80

Terletak di sebelah selatan Kompleks Candi Arjuna, berjarak sekitar 200 meter melalui jalan setapak, terdapat sebuah telaga yang dianggap suci oleh masyarakat Dataran Tinggi Dieng. Inilah Telaga Balaikambang. Pemberian nama

balaikambang

pada telaga ini berdasarkan fenomena yang terjadi di sini. “Balaikambang” berasal dari “bal kumambang” yang dapat diartikan sebagai tanah yang mengambang. Di telaga seluas hampir 3 hektare ini, tanah yang dilemparkan ke bagian tengah telaga akan mengapung. Selain itu, saat berjalan di sisi telaga, dapat dirasakan tanah yang ada di sini bergoyang-goyang. Tanah tersebut seperti mengambang di atas air. Telaga ini merupakan tempat pelaksanaan upacara Syiwalatri – hari penebusan dosa.

Umat akan datang ke telaga dan mandi di sini untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan. Selain itu, telaga ini pun kadang dijadikan sebagai tempat pelarungan rambut gimbal yang telah dipotong setelah upacara ruwatan anak berambut gimbal. Pada hari-hari biasa, ketika tidak diadakan upacara sakral, telaga yang berada di ketinggian sekitar 2.100 meter di atas permukaan laut ini dijadikan sebagai tempat pemancingan oleh warga sekitar. Air telaga pun dimanfaatkan untuk keperluan pertanian.

Source Indonesia indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/tanah-tanah-mengambang-di-telaga-balaikambang
Comments
Loading...