Sejarah Jawa : Sepenggal Sejarah di Rumah Maeda

0 78

Tidak jauh dari Taman Suropati, Jakarta, terdapat sebuah bangunan yang kini difungsikan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Gedung yang didirikan sekitar tahun 1920-an itu dibangun oleh arsitektur berkebangsaan Belanda bernama JFL Blankenberg. Berdasarkan catatan pengelola museum, bangunan Museum Perumusan Naskah Proklamasi didirikan di atas lahan seluas 3.914 m2 dengan luas bangunan mencapai 1.138 m2. Terletak di Jalan Imam Bonjol No. 1, Jakarta Pusat, bangunan Museum Perumusan Naskah Proklamasi memiliki sejarah kepemilikian yang panjang.

Tahun 1931, bangunan ini sempat dimiliki oleh PT Asuransi Jiwasraya sebelum akhirnya jatuh ke British Konsul General ketika perang pasifik dimulai. Perpindahan kepemilikan terus berlangsung hingga Jepang datang dan menduduki Indonesia. Saat Jepang menduduki Indonesia, gedung ini digunakan sebagai tempat tinggal Laksamana Muda Tadashi Maeda – seorang kepala kantor perhubungan angkatan laut dan angkatan darat Jepang. Setelah Jepang takluk dari sekutu dan Indonesia merdeka, gedung ini dialihfungsikan menjadi markas tentara Inggris.

Sampai kemudian, pada tahun 1982, gedung ini dijadikan perkantoran karyawan Perpustakaan Indonesia. Mengingat peran pentingnya dalam proses kemerdekaan bangsa Indonesia, pada November 1992, berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, gedung yang pernah menjadi tempat tinggal Laksamana Maeda ini dijadikan museum wariwan peninggalan sejarah. Museum itu diberi nama Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Source Indonesia indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/sepenggal-sejarah-di-rumah-laksamana-maeda
Comments
Loading...