Sejarah Jawa : Sejarah Selokan Van Der Wijck, DIY

0 196

Letaknya yang berada di ujung barat Kabupaten Sleman, Kecamatan Minggir jauh dari hiruk pikuk dan polusi perkotaan. Wilayah yang masih didominasi persawahaan dan pedesaan, sejauh mata memandang hamparan sawah selalu menjadi pemandangan indah dengan dikelilingi pepohonan menjadikan Kecamatan Minggir menjadi salah satu lumbung padi di Kabupaten Sleman. Sebagai daerah lumbung padi, Kecamatan Minggir tentu saja memiliki infrastruktur irigasi yang mumpuni mengatur pengelolaan air untuk pengairan sawah yang luas di daerah ini. Infrastruktur irigasi yang bagus tidak terlepas dari letak geografisnya tidak jauh dari Sungai Progo, dan pembangunan Bendungan Karangtalun serta Selokan Van Der Wijck di Kecamatan Minggir.

Salah satu daerah yang dijadikan wilayah perkebunan tebu pada masa Sri Sultan HB VIII, yakni Kecamatan Minggir mendapat prioritas dialiri irigasi sehingga kelimpahan air pun masih terjaga hingga sekarang. Infrastruktur irigasi yang melekat dengan daerah ini tentu saja keberadaan Selokan Van Der Wijck atau sering dinamai Bok Renteng (yang artinya saluran air yang panjang) oleh penduduk setempat. Hal yang menarik dari Selokan Van Der Wijck, konstruksi bangunannya memakai teknologi gravitasi bumi.

Bangunannya dibuat lebih tinggi dari jalan dan area persawahan disekitarnya, karena saluran ini adalah jembatan bagi aliran air yang melintas dan bagian bawahnya dibuat sebagai terowongan untuk dilewati kendaraan. Awalnya saluran irigasi.

Source Dinas Kebudayaan tasteofjogja.org/isiberita.ik0k91N8Xt9JyJyhIUSwZ6iWdwGmvDhD94isKVHFNRHDP73YBM6XDeuX4t2q0KxsxdehXa3TKW6pntUcHIyVPA
Comments
Loading...